Ambon, 13 Mei 2025 — Menyambut kedatangan jemaah haji dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, Asrama Haji Antara Maluku tengah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi fasilitas fisik maupun pelayanan non-fisik.
Plt. Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Maluku, M. Yasir Rumadaul, menjelaskan bahwa tahun ini dua gedung utama akan digunakan, yakni Gedung Muzdalifah dan Gedung Jabal Nur.
Gedung Muzdalifah memiliki 4 lantai, kapasitas 500 orang dengan 108 kamar, lengkap dengan AC, lift, musala, ruang makan, dan toilet umum. Sementara Gedung Jabal Nur terdiri dari 3 lantai, menyediakan 32 kamar VIP berstandar hotel bintang lima dan total 64 kamar termasuk kamar penampungan, serta aula besar untuk acara seremonial.
Layanan Satu Atap dan Prioritas Lansia
Yasir menuturkan bahwa layanan “One Stop Service” diterapkan untuk mempermudah proses bagi jemaah. Di asrama, jemaah akan langsung mendapat layanan seperti pemeriksaan kesehatan, pemberian gelang identitas, paspor, visa, dan living cost, serta pembinaan rohani dan manasik.
Sebelum diberangkatkan melalui Bandara Pattimura Ambon, seluruh koper, paspor, dan visa jemaah akan kembali dicek.
Untuk jemaah lansia, disiapkan pelayanan khusus. Mereka akan ditempatkan di lantai pertama Gedung Muzdalifah agar lebih mudah diakses. Yasir juga menekankan bahwa proses administrasi dan kesehatan jemaah lansia akan diprioritaskan.
Tahun ini, jemaah tertua dari Maluku berusia 94 tahun, berasal dari Seram Bagian Timur, dan akan berangkat bersama kloter 26.
Makanan untuk jemaah lansia pun disiapkan secara khusus. Disediakan ruang makan terpisah dengan menu yang disesuaikan, seperti bubur dan teh panas, demi kenyamanan mereka.
Yasir berharap pelayanan yang diberikan dapat menjaga kesehatan dan semangat para jemaah, terutama yang lanjut usia, hingga mereka kembali dengan selamat ke Tanah Air.
Sumber: haji.kemenag.go.id
