Berita dalam Bahasa Inggris Sederhana: Bocah Hiroshima memandu tur dan menyampaikan pesan perdamaian

HIROSHIMA -- Shun Sasaki, 12 tahun, adalah siswa kelas enam di Sekolah Dasar Gion Kota Hiroshima. Ia dan satu anak lainnya akan membacakan Komitmen Anak-anak Tahun Ini pada peringatan 80 tahun pengeboman atom Hiroshima pada 6 Agustus. Nenek buyut Shun adalah seorang hibakusha, atau korban bom atom. Shun bekerja sebagai pemandu sukarelawan, berbicara bahasa Inggris kepada para wisatawan di Taman Perdamaian Hiroshima.

Baca artikel lengkap dalam bahasa Inggris

Baca artikel Jepang asli

Pada Juli, Shun menyambut sebuah keluarga asing di Taman Peringatan Damai. Ia menceritakan kepada mereka tentang Gedung Awan Atom dan mengapa kota mempertahankannya, agar orang-orang mengingat tragedi tersebut dan tidak mengulanginya. Ketika seorang pria mencoba memberi uang kepada Shun, ia berkata, "Waktu adalah uang" dan tidak menerimanya. Shun membagikan burung kertas dan meminta orang-orang untuk berbagi apa yang telah mereka pelajari.

Shun mulai mendengarkan bahan pembelajaran bahasa Inggris ketika dia baru berusia 7 bulan. Pada usia 4 tahun, dia sudah bisa menyampaikan pikirannya dalam bahasa Inggris. Dia menjadi tertarik dengan Taman Peringatan Damai saat kelas satu. Dia bertanya kepada ibunya, "Mengapa mereka mempertahankan (Gedung A-bomb) yang sudah sangat rusak? Mereka seharusnya merobohkannya dan membangun sesuatu yang baru." Ibu nya berkata, "Mari kita cari tahu bersama." Mereka belajar tentang pengeboman dan pemulihan kota.

Shun suka berbicara dengan pengunjung asing. Suatu hari, dia tidak bisa menjawab pertanyaan seorang turis, jadi dia belajar lebih banyak. Ibunya menyarankan, "Mengapa kau tidak menjadi pemandu di Taman Memori Perdamaian?" Shun mulai menjadi pemandu pada 6 Agustus 2021. Sekarang, dia memandu turis dua kali sebulan di tujuh tempat di taman tersebut. Dia menggunakan kuis dan menceritakan kepada orang-orang tentang restoran okonomiyaki lokal.

Shun juga berbagi kisah great-grandmother-nya, Yuriko. Yuriko berusia 12 tahun ketika bom meledak. Ia terjebak di bawah rumahnya yang hancur, tetapi diselamatkan oleh ayahnya. Mereka melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Yuriko kemudian menderita kanker dan meninggal pada usia 69 tahun. Namanya tercatat dalam daftar korban bom atom.

Shun belajar tentang Yuriko dari kakeknya. Shun berkata, "Aku tidak pernah menyangka akan ada hibakusha di dalam keluargaku. Ini adalah kejutan untuk mengetahui seseorang yang dekat denganku mengalami tragedi itu." Ia juga berkata, "Sekarang aku tahu, aku harus berbagi ini."

Pada bulan Maret itu, Shun bertemu dengan seorang turis Amerika yang mengubah pendiriannya tentang senjata nuklir setelah mendengar cerita Shun. Seorang pria Belanda juga mengatakan dia belajar sesuatu yang baru. Shun berkata, "Saya belajar bahwa ketika saya memandu, hati orang-orang bisa tergerak." Ia juga mengatakan perang yang terjadi di dunia adalah "sangat menakutkan. Perang terjadi karena orang-orang tidak bisa menerima perbedaan budaya dan cara berpikir negara-negara lain. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya rasa penting untuk mencari hal baik pada orang lain, bukan hanya hal buruknya."

Shun dan siswa lainnya terpilih dari lebih dari 10.000 siswa kelas enam untuk membacakan Komitmen Anak-anak tentang Perdamaian. Ia mengatakan, "Banyak orang tidak mengetahui sifat sebenarnya dari tragedi tersebut. Daripada benar atau salah, saya ingin orang-orang mengetahui fakta-fakta."

(Oleh Takehiko Onishi, Departemen Foto dan Video Osaka)

Kosakata

hibakusha: seseorang yang selamat dari bom atom di Hiroshima atau Nagasaki

tragedi: peristiwa yang sangat sedih atau mengerikan

yang terbengkalai: tua dan dalam kondisi buruk

janji: sebuah janji serius

daftar resmi

ulang tahun: hari khusus untuk mengingat sesuatu yang terjadi di masa lalu

komitmen: janji untuk melakukan sesuatu

dihentikan: berakhir atau dihentikan sepenuhnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *