Fokus Layani Jemaah, Jangan Terpengaruh Isu Medsos: Pesan Tegas Dirjen PHU untuk Petugas Haji

Jeddah – 24 Mei 2025 | Oleh: Tim Redaksi

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 terus berjalan, dan para petugas di Arab Saudi kini memasuki fase yang semakin krusial. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Hilman Latief, memberikan pesan tegas kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar tetap fokus dalam melayani jemaah serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Hilman sesaat setelah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Jumat (23/5/2025) petang, kepada tim Media Center Haji (MCH).

“Moral petugas jangan sampai turun. Tetap kerja keras, dan jangan termakan isu-isu yang belum tentu benar,” ujar Hilman dengan nada tegas.

Mental Petugas Jadi Kunci Layanan Optimal

Hilman menekankan pentingnya mental yang kuat dan semangat pelayanan yang tinggi, terutama karena proses haji baru memasuki sepertiga dari keseluruhan tahapan. Ia mengingatkan bahwa puncak pelaksanaan ibadah haji masih akan berlangsung dua minggu ke depan.

“Kalau ada masalah, selesaikan. Kalau ada informasi yang keliru, klarifikasi. Kita harus membangun mental dan kekompakan. Mudah-mudahan semua dimudahkan,” tambahnya.

Persiapan Armuzna: Data Harus Akurat, Layanan Harus Maksimal

Dalam kesempatan yang sama, Hilman juga menjelaskan bahwa persiapan untuk fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) masih terus dimatangkan. Salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan keakuratan data jemaah di lapangan yang sering kali berubah.

“Kita harus capture ulang data di hotel, jumlah jemaah, maktab, lokasi tenda di Arafah, hingga layanan syarikah. Semua harus valid dan sinkron,” jelas Hilman.

Menurutnya, delapan perusahaan layanan yang telah dikontrak oleh pemerintah Indonesia akan terus diawasi agar benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.

Strategi Pergerakan 221 Ribu Jemaah Disiapkan 24 Jam

Setelah seluruh data diverifikasi, tahap selanjutnya adalah menyusun ritme pergerakan jemaah secara detil. Dengan jumlah lebih dari 221.000 jemaah, pergerakan menuju Arafah akan dirancang dengan sistem penjadwalan selama 24 jam non-stop.

“Targetnya, semua jemaah bisa diterima di Arafah dan menempati tenda sesuai alokasi masing-masing,” tutup Hilman.

Penutup

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, komitmen dan profesionalisme petugas haji menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Imbauan Dirjen PHU menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kepada jemaah adalah prioritas utama, dan ketenangan dalam menghadapi isu menjadi modal penting di tengah padatnya tugas.


Sumber: haji.kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *