Jeddah – 24 Mei 2025 | Oleh: Tim Redaksi
Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Proses penerbitan Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia mengalami peningkatan pesat. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengonfirmasi bahwa progres penerbitan kini telah menembus angka 90 persen, bahkan sebagian sudah mencapai 97 persen.
Pernyataan ini disampaikan Hilman saat diwawancarai di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Kamis (23/5/2025).
“Beberapa hari lalu masih 70–82 persen. Alhamdulillah hari ini sudah naik signifikan,” ujarnya.
Kunci Sukses: Komunikasi Intensif dan Strategi Terkoordinasi
Menurut Hilman, lonjakan ini tak lepas dari strategi komunikasi yang dilakukan secara intensif oleh petugas haji Indonesia bersama perusahaan penyedia layanan serta Kementerian Haji Arab Saudi.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
- Pendataan jemaah sejak kedatangan di Arab Saudi
- Distribusi akurat ke hotel masing-masing
- Identifikasi jemaah yang belum mendapatkan kartu Nusuk
“Kami telah menerapkan mekanisme baru sejak seminggu lalu. Alurnya kini jauh lebih cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.
Kartu Nusuk Kini Bisa Diakses Digital Lewat Aplikasi Tawakkalna
Tidak hanya dalam bentuk fisik, kini Kartu Nusuk juga tersedia secara digital. Jemaah dapat mengaksesnya melalui aplikasi Tawakkalna, yang memungkinkan mereka untuk mengunduh kartu langsung ke ponsel masing-masing.
“Beberapa jemaah sudah menggunakannya dan membagikan pengalaman ini ke rombongan lain,” tambah Hilman.
Fitur ini menjadi solusi praktis, terutama di tengah mobilitas tinggi selama pelaksanaan ibadah haji.
Masalah Data Sudah Tertangani
Hilman juga menjelaskan bahwa kendala data jemaah yang sempat muncul di awal keberangkatan, seperti perpindahan embarkasi atau pembatalan mendadak, kini sudah terselesaikan.
“Data jemaah kini dikunci 17 jam sebelum keberangkatan. Ini menjadi acuan resmi untuk semua pihak—baik Kemenag, penyedia layanan (Wukala), hingga sistem di Arab Saudi,” tegasnya.
Imbauan: Jangan Pindah Hotel Tanpa Koordinasi
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PHU juga mengingatkan agar jemaah tidak berpindah hotel secara mandiri tanpa seizin petugas. Pasalnya, pemerintah tengah menata ulang data akomodasi, termasuk penempatan jemaah lanjut usia (lansia) bersama pendamping mereka.
“Kita ingin pastikan tidak ada jemaah yang tercecer, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah,” ucap Hilman.
Penutup: Patuhi Prosedur, Jaga Kekompakan
Hilman menutup dengan pesan agar seluruh jemaah tetap mengikuti alur dan koordinasi yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara jemaah dan petugas demi kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.
Sumber: haji.kemenag.go.id
