Tangis Histeris Keluarga Sambut Jenazah Sidah Alatas, Notaris Bogor yang Kembali Tak Bernyawa

SBNEwsKedatangan jenazah Syarifah Sidah Alatas, seorang notaris asal Bogor yang sempat hilang selama beberapa hari, disambut dengan duka oleh keluarganya.

Keluarga terlihat langsung menangis sambil memeluk peti putih yang berisi jenazah Sidah Alatas.

Sidah Alatas pertama kali dilaporkan menghilang oleh keluarganya pada hari Senin (1/7/2025).

Almarhum meninggalkan rumahnya pada pukul 04.00 WIB dengan mengemudikan mobil Honda Civic putih.

Ia pergi tanpa didampingi sopir dan menyetir mobil sendirian.

Setelah ia pergi, Sidah Alatas tidak dapat dihubungi lagi.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanahsareal, lalu meneruskannya ke Polres Bogor.

Setelah beberapa hari dinyatakan hilang, keluarga masih belum menerima informasi apa pun mengenai keberadaan Sidah Alatas.

Beragam dugaan muncul mengenai menghilangnya notaris tersebut.

Selanjutnya pada hari Kamis (4/7/2025), anaknya, Muhammad Reza Alaydrus, menyatakan bahwa dirinya menerima informasi dari pihak kepolisian.

Reza akhirnya menerima kabar mengenai keberadaan ibunya.

Namun sayangnya, sang ibu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Dari pihak kepolisian, informasinya disampaikan dari RS Polri Kramatjati," ujar Reza.

"Sudah ditemukan di wilayah Bekasi, Kabupaten Sungai Citarum, dalam kondisi tak bernyawa. Pihak keluarga melaporkan kehilangan anggota keluarga pada tanggal 1 Juli 2025 sekitar pukul 22.30 WIB ke Polsek Tansa," ujar Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, saat dikonfirmasi oleh SBNEws, Jumat (4/7/2025).

Dalam video yang dikutip dari akun TikTok @adjet_89, jenazah Sidah Alatas diangkut dengan menggunakan mobil ambulans milik Polri.

Tampak rumah duka di Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Tanahsareal, Kabupaten Bogor telah dihiasi oleh banyak karangan bunga.

Rumah duka dua lantai itu terlihat megah.

Sepanjang jalan kecil menuju rumahnya, terlihat keluarga yang memakai pakaian serba hitam menantikan kedatangan jenazah.

Sejumlah ibu berdiri di tepi jalan, merekam kedatangan sambil menyeka air mata.

Begitu pintu ambulans terbuka, anak-anak dan keluarga mendiang langsung membawa peti jenazahnya masuk ke dalam rumah.

Peti yang masih tertutup plastik kemudian digotong sambil membaca kalimat Tauhid.

Jenazah kemudian segera dibawa masuk ke dalam rumah yang sudah dipenuhi oleh para pelayat perempuan.

Kotak jenazah kemudian ditempatkan di tengah-tengah rumah.

Seorang pria lalu mengingatkan wanita yang berduka bahwa waktu pemakaman hanya sampai pukul 08.30 WIB.

"Hanya sampai pukul 08.30, karena pukul 09.00 kurang sudah berangkat (dikuburkan)," ujar pria tersebut.

Keluarga yang telah menunggu segera mendekat dan memeluk peti mati Sidah Alatas.

Beberapa wanita terlihat memeluk peti sambil menangis dengan sangat sedih.

"Ikhlaslah," kata pria yang tadi.

Seorang wanita paruh baya terlihat berjalan menuju peti jenazah sambil dituntun oleh seorang wanita muda.

Wanita itu langsung merangkul peti sambil menangis terisak-isak.

Sementara itu, wanita muda yang memegangnya berusaha memberikan dukungan.

"Ikhlasin, ikhlasin," ujarnya sambil menangis juga.

Ternyata wanita muda itu juga tidak mampu menahan air matanya sendiri.

Anak tersebut mengungkapkan bahwa saat ditemukan, ibunya dalam keadaan terluka.

Namun, ia tidak mau menjelaskan bagian tubuh mana saja yang mengalami luka.

"Lebih jelasnya tanyakan langsung ke penyidik, karena kami tidak menyimpan hasil visumnya," ujarnya saat dihubungi SBNEws, Jumat.

Jenazah kemudian dikebumikan di Pemakaman Wakaf Los 1898, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada hari Jumat (4/7/2025).

Ikuti kanal Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *