Cuaca Ekstrem di Makkah, Jemaah Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan Menjelang Puncak Haji

Makkah — Memasuki masa-masa krusial menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), suhu udara di Kota Makkah melonjak drastis hingga mencapai 46 derajat Celcius. Kondisi cuaca yang ekstrem ini membuat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih waspada dan menjaga kondisi fisik.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. M. Imran, menjelaskan bahwa suhu panas dan meningkatnya kepadatan jemaah dari berbagai negara dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta.

“Saat ini lebih dari 71 ribu jemaah Indonesia sudah berada di Makkah, dan jumlahnya akan terus bertambah hingga lebih dari 203 ribu jemaah,” ujarnya.

ISPA, Hipertensi, dan Diabetes Dominasi Kasus Kesehatan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga pertengahan Mei tercatat lebih dari 1.100 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit ini rentan berkembang menjadi pneumonia jika tidak segera ditangani. Selain itu, kasus hipertensi, diabetes, radang paru, dan jantung koroner juga cukup tinggi.

PPIH turut menyampaikan duka atas wafatnya 28 jemaah hingga saat ini, sebagian besar karena penyakit jantung dan komplikasi akibat penurunan daya tahan tubuh.

Imbauan Kesehatan untuk Jemaah di Tengah Cuaca Panas

Agar tetap bugar menjelang puncak haji, jemaah diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan berikut:

Istirahat cukup setelah tiba di Makkah, tunda umrah wajib bila tubuh belum siap
Hindari keluar hotel antara pukul 10.00–16.00 WAS, saat cuaca paling panas
Perbanyak minum air, terutama air zamzam. Idealnya 200cc tiap jam saat beraktivitas
✅ Gunakan masker jika sedang flu atau batuk
✅ Jemaah dengan penyakit kronis sebaiknya fokus pada ibadah ringan seperti zikir dan tadarus
✅ Gunakan kursi roda untuk tawaf dan sa’i bagi lansia dan disabilitas, serta didampingi oleh jemaah yang lebih sehat

“Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kloter. Pastikan obat diminum teratur dan segera lapor jika merasa tidak enak badan,” pesan dr. Imran.

Layanan Kesehatan Terus Diperkuat

Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan, termasuk di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan pos kesehatan di pemondokan.

Harapannya, jemaah Indonesia dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah, termasuk wukuf di Arafah, dalam kondisi sehat, aman, dan khusyuk.

Sumber resmi: haji.kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *