Madinah, 17 Mei 2025 — Suasana Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sore itu masih dipadati oleh jemaah haji Indonesia gelombang pertama. Di tengah hiruk pikuk kedatangan dari berbagai embarkasi tanah air, satu peristiwa menyentuh hati muncul: penyambutan hangat untuk sepasang lansia asal Soppeng, Sulawesi Selatan, yang baru saja menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Pasangan lanjut usia tersebut adalah Ibu Tappa Mandra Malla (75 tahun) dan suaminya, Bapak Mappa Malla Lahaji (86 tahun). Mereka berasal dari Desa Lajoa, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, dan tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Ujung Pandang (UPG). Keduanya mendarat di Bandara AMAA Madinah pada Selasa, 13 Mei 2025.
Sambutan Penuh Cinta dari Petugas Haji
Kehangatan penyambutan datang dari salah satu petugas haji, Fatmawati, yang bertugas di bandara. Ketika melihat Ibu Tappa duduk di ruang pavilion bandara dengan raut wajah lelah namun penuh harap, Fatmawati spontan menghampiri, memeluk erat, dan mencium kepala beliau seperti menyambut sosok ibu sendiri.
“Saya merasa sangat tersentuh. Wajah mereka lelah, tapi ada cahaya kebahagiaan. Seperti melihat orang tua saya sendiri,” ucap Fatmawati dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya pelukan, Fatmawati juga menyuguhkan kahwa, kopi khas Arab yang sering disajikan sebagai bentuk keramahan. Secangkir minuman hangat itu menjadi simbol sambutan yang penuh cinta dan kehangatan. Sambil menyeruput perlahan, Bapak Mappa Malla hanya mampu berucap lirih dalam bahasa Bugis:
“Alhamdulillah... sampai juga kami di Tanah Suci.”
Perjalanan Spiritual dengan Cinta dan Keteguhan
Ketua Kloter 17 UPG, An’aim Jabir Fatahna, mengungkapkan bahwa Ibu Tappa dan Bapak Mappa termasuk jemaah lansia dalam kloter mereka. Namun semangat keduanya begitu luar biasa sejak dari embarkasi. Keduanya saling mendukung dan saling menjaga dalam setiap tahap perjalanan ibadah haji.
“Mereka adalah potret cinta dan keteguhan dalam berhaji. Saling menyemangati, saling melindungi. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi spiritual yang sarat makna,” tutur An’aim.
Awal Perjalanan yang Menggetarkan Jiwa
Kehadiran jemaah lansia seperti pasangan asal Soppeng ini membawa pesan mendalam: bahwa ibadah haji adalah cita-cita panjang yang diperjuangkan dengan penuh kesabaran. Kehangatan dari para petugas, secangkir kahwa, dan sambutan penuh kasih menjadi awal dari perjalanan ibadah yang insyaAllah penuh berkah.
Sumber: haji.kemenag.go.id
