Makkah, 17 Mei 2025 — Siang yang terik di Makkah menjadi saksi perjuangan seorang jemaah lansia asal Lampung. Abdul Manaf Mad Yusuf (72 tahun), yang akrab disapa Kakek Manaf, mengalami kelelahan berat hingga pingsan dalam perjalanannya menuju Masjidil Haram untuk menunaikan salat Jumat bersama rombongan.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 16 Mei 2025, saat tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah melintasi jembatan dekat Terminal Syib Amir. Salah satu jemaah mendekat dan meminta pertolongan karena rekannya tumbang akibat kelelahan. Tim MCH segera menghampiri dan memberikan bantuan.
Tekad Beribadah Meski Kondisi Tidak Prima
Kakek Manaf yang baru saja turun dari terminal bersama rombongannya sebenarnya sudah menyadari kondisi fisiknya tidak sekuat dulu. Meski begitu, semangatnya untuk salat Jumat di Masjidil Haram begitu membara. Sayangnya, baru setengah perjalanan, tubuhnya tak mampu menahan beban perjalanan kaki di bawah terik matahari.
“Saya ingin salat Jumat bersama teman-teman. Tapi ternyata belum sampai, sudah tidak kuat,” ungkapnya dengan mata berkaca.
Petugas kemudian menghubungi tim Sektor Khusus (Seksus) di Terminal Syib Amir yang datang dengan kursi roda untuk membantunya. Di tengah penantian, Kakek Manaf berbagi cerita bahwa ini adalah pengalaman pertamanya salat Jumat di Masjidil Haram sejak tiba di Makkah. Ia sadar betul, ibadah haji menuntut kesiapan fisik.
“Saya tahu haji itu ibadah fisik. Saya merasa tertantang, ternyata saya tidak boleh memaksakan diri,” ujarnya, sembari meneteskan air mata penuh haru.
Saran untuk Jemaah Lansia: Jangan Memaksakan Diri di Cuaca Panas
Karena waktu salat sudah dekat dan bus pengantar masih berhenti, petugas akhirnya memutuskan mengantar Kakek Manaf ke Masjidil Haram agar tetap bisa menunaikan salat Jumat. Setelahnya, ia akan diantar pulang ke hotel.
“Kami antarkan beliau ke Masjidil Haram. Nanti setelah salat Jumat, kami bantu naik bus ke hotel,” ujar Khoirul Anam, petugas yang mendampingi.
Petugas haji Arab Saudi juga mengimbau agar jemaah lansia dan yang memiliki kondisi fisik lemah lebih baik beristirahat di hotel dan melaksanakan salat di masjid sekitar hotel, terutama pada siang hari saat suhu ekstrem.
Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi, menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh karena masih panjangnya waktu tinggal di Makkah menjelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) pada 5 Juni 2025.
“Jangan memaksakan diri. Salat di Masjidil Haram bisa dilakukan menjelang petang. Simpan tenaga untuk Armuzna,” pesan Ali.
Pensiun dan Perjalanan Haji Bersama Istri
Kakek Manaf tak sendiri dalam ibadah hajinya. Ia ditemani oleh sang istri, Marwati (62 tahun), yang memilih salat di hotel saat itu. Pasangan ini telah lama menantikan momen ini, dan dana pensiun sebagai mantan guru SMP di Lampung digunakan untuk mendaftar haji pada 2013.
Kini, setelah lebih dari satu dekade menunggu, mereka akhirnya tiba di Tanah Suci. Kakek Manaf yang juga penjual tanaman hias Aglonema dan telah memiliki enam cucu, berharap bisa menuntaskan seluruh rangkaian ibadah dengan sehat dan menjadi haji yang mabrur.
“Semoga Allah beri saya dan istri kekuatan, dan haji kami diterima,” doanya tulus.
Sumber: haji.kemenag.go.id
