Makkah — Ketulusan senyum Dante Rigmalia, seorang perempuan penyandang disabilitas yang kini menjabat Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), menyiratkan semangat luar biasa dalam mengabdi. Tahun ini, Dante dipercaya menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan tugas utama mendampingi dan melayani jemaah haji lansia dan penyandang disabilitas.
Meski harus menggunakan kursi roda dan tongkat karena kondisi kesehatan yang kompleks — termasuk penyakit jantung, osteoporosis, dan saraf kejepit — Dante tak sedikit pun mengeluh. Sebaliknya, ia menunaikan amanah ini dengan penuh syukur dan dedikasi tinggi.
“Saya merasa bahagia bisa berada di sini dan melayani jemaah, terutama mereka yang memiliki keterbatasan seperti saya,” tutur Dante.
Layanan Jemput Bola untuk Jemaah Berkebutuhan Khusus
Sebagai bagian dari tim layanan disabilitas dan lansia, Dante aktif turun langsung meninjau kondisi jemaah yang membutuhkan bantuan. Ia berkeliling hotel dan lokasi jemaah menginap untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi — mulai dari kursi roda, pendampingan ibadah, hingga pengaturan logistik.
“Kami bekerja tim. Kalau ada laporan jemaah membutuhkan sesuatu, saya langsung koordinasi agar cepat tertangani,” jelasnya.
Selain pantauan lapangan, Dante juga aktif memonitor perkembangan jemaah melalui WhatsApp Group (WAG) para petugas dan jemaah. Dari situ, ia bisa memetakan siapa yang membutuhkan bantuan segera.
“Saya pantau semua dari WAG. Kalau ada jemaah butuh kursi roda atau bantuan ibadah, saya langsung tindak lanjuti,” ungkapnya.
Pelayanan Haji Ramah Disabilitas Bukan Sekadar Janji
Dante menegaskan bahwa kehadirannya sebagai petugas haji penyandang disabilitas bukan hanya simbolis, melainkan wujud nyata dari komitmen negara dalam memberikan pelayanan inklusif. Ia ingin memastikan bahwa setiap jemaah — apa pun kondisinya — dapat beribadah dengan tenang dan terlayani dengan baik.
“Kami ingin wujudkan haji yang ramah lansia dan ramah disabilitas, bukan sekadar slogan,” katanya.
Sosok yang Menginspirasi
Dante, ibu dari enam anak ini, dikenal sebagai akademisi dan aktivis disabilitas. Sebelum mobilitasnya terbatas, ia aktif mengajar di perguruan tinggi dan kini tetap menjadi narasumber di berbagai forum secara daring. Sejak 2021, ia menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Disabilitas.
Di tengah kesibukannya sebagai petugas haji, ia terus memanjatkan doa di Tanah Haram. Bukan untuk kesembuhan, tetapi untuk keteguhan hati.
“Saya tidak lagi meminta sembuh. Saya hanya mohon kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” tuturnya penuh haru.
Kiprah Dante di tanah suci menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kontribusi. Ia adalah inspirasi bahwa semangat melayani bisa mengalahkan segala tantangan.
Sumber resmi: haji.kemenag.go.id
