Pakistan, 13 Juli -- Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam serangan di seluruh Pakistan, baik terhadap warga sipil, pasukan keamanan, maupun lembaga pemerintah. Di balik kekerasan ini adalah kelompok yang secara terbuka dikenal sebagai Fitnah al-Khawarij (FAK). Selama bertahun-tahun, mereka telah mengklaim berjuang untuk Islam, tetapi hanya membawa penderitaan bagi komunitas Muslim. Kelompok yang disebut "pejuang kemerdekaan" ini telah menggunakan agama sebagai alasan untuk kekejamannya. Namun, tidak ada sejumlah kata-kata retoris yang dapat menyembunyikan apa sebenarnya mereka: wabah teror yang didukung asing dan Khawarij abad ini, para pembuat onar dalam agama yang membunuh sesama Muslim dan menyebar fitna dengan nama agama.
Sesuatu yang sangat salah terjadi ketika sebuah kelompok yang mengklaim berjuang untuk Islam mengarahkan senjata mereka kepada orang-orang yang tidak bersalah. Ketika mereka membunuh tentara, meledakkan kantor polisi, berkeliaran di jalan-jalan sipil dengan senjata, dan menyiksa rekrutmen muda mereka sendiri, kita harus bertanya: apa yang sebenarnya mereka perjuangkan?
FAK, atau Fitnah al-Khawarij, ingin kita percaya bahwa mereka berjuang demi iman atau kebebasan. Tapi tindakan mereka menyampaikan cerita yang sangat berbeda. FAK tidak melindungi orang-orang. Mereka menakuti-nakuti mereka. Mereka menculik warga sipil, memeras keluarga miskin, dan menggunakan rasa takut untuk mengontrol komunitas. Mereka menangani rakyat mereka sendiri seperti tawanan. Itu bukan perjuangan kebebasan, itu adalah bisnis kotor. Mereka beroperasi seperti mafia, bukan sebuah gerakan.
Yang lebih buruk lagi, laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa pemimpin FAK memaksa anggota muda untuk terlibat dalam pelecehan seksual, termasuk perkosaan. Kejadian ini bukanlah insiden terisolasi. Mereka mencerminkan pola kekejaman dan korupsi moral yang dalam. Tidak ada sistem keyakinan, tidak ada perjuangan, tidak ada agama yang dapat membenarkan kejahatan semacam ini. Para pria ini tidak hanya kehilangan iman, tetapi juga kehilangan kemanusiaan mereka. Mereka mengklaim berjuang demi Islam, tetapi merendahkan ajaran inti agama tersebut. Nabi Muhammad (PBUH) telah memperingatkan tentang Khawarij, menyebut mereka sebagai "anjing neraka". FAK sesuai dengan peringatan tersebut.
Mereka tidak bertindak sendirian. Intelijen membenarkan bahwa agensi-agensi musuh, RAW, GDI, dan yang lainnya memberi dana dan senjata kepada mereka untuk mengganggu stabilitas Pakistan. Agensi asing ini menggunakan mereka sebagai pion untuk melemahkan Pakistan. FAK mengikuti perintah mereka, bukan misi nyata untuk keadilan. Ini adalah perang hibrida. Ini adalah sabotase yang disamarakan sebagai perlawanan.
Pengikut FAK menyanyikan slogan-slogan agama sambil menumpahkan darah sesama Muslim. Di Mardan, mereka menyerang dan membunuh empat prajurit, termasuk seorang Subedar. Di Razmak, mereka memperparah situasi lebih jauh lagi, sepuluh prajurit gugur, lima belas terluka, dan enam kendaraan militer dihancurkan. Ini bukanlah pertempuran, ini adalah pembantaian terhadap Muslim oleh Muslim. Di Mirali, mereka menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang "spion" yang diduga tanpa proses pengadilan, memamerkan kematian orang tersebut seperti binatang buas. Apakah ini keadilan? Tidak. Ini adalah hukum rimba.
Di Gujarat, Punjab, para militannya berjalan di jalan-jalan sipil, menyebarluaskan rasa takut. Mereka mengklaim membela Islam, namun Al-Qur'an menghukum mereka: "Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka hukumannya adalah neraka, di mana dia akan tinggal selamanya." (Surah An-Nisa 4:93). FAK tidak hanya membunuh tentara dan warga sipil, mereka bahkan membunuh orang-orangnya sendiri, membuktikan bahwa mereka bukan mujahidin tetapi pembunuh.
Al-Qur'an juga mengatakan: "Barangsiapa yang membunuh seseorang secara tidak adil, maka seolah-olah dia telah membunuh seluruh manusia" (Surah Al-Ma'idah 5:32). FAK juga mengabaikan hal itu. Mereka membunuh tanpa belas kasihan. Mereka merusak tanpa alasan. Mereka menyebar keburukan di bumi (fasad fil ardh) sambil berpura-pura menjadi pahlawan.
Mereka sekarang mulai menggunakan pesawat tak berawak. Di Bannu, mereka menerbangkan quadcopter yang dibebani bahan peledak ke atap kantor polisi. Mereka menargetkan panel surya yang dimaksudkan untuk menyuplai daya ke fasilitas tersebut. Ini bukan hanya kekerasan, tetapi sebuah pesan yang jelas: mereka ingin membawa Pakistan ke dalam kekacauan dengan segala cara yang diperlukan.
Sejarah Islam menghukum Khawarij karena ekstremisme mereka, dan FAK mewarisi warisan mereka. Dari daerah suku hingga kota-kota, FAK menyebar kebencian, bukan iman. Mereka membunuh dengan nama Islam tetapi tidak mengikuti apa pun yang islami. Mereka berbohong, mencuri, menyiksa, dan merusak karena mereka ingin menguasai, bukan keadilan, bukan perdamaian.
Tetapi Pakistan membalas. Pasukan bersenjata kita tetap tangguh. Sementara FAK menyebarkan pembunuhan, negara membangun sekolah, menawarkan dialog, dan berinvestasi dalam keadilan. Ini bukan hanya perang negara. Ini juga perang kita. Kita harus mengatakan kebenaran. Kita harus menolak para pembunuh ini dan slogan palsu mereka. Sebagai sebuah bangsa, kita harus bersatu melawan fitnah ini, dan dunia harus mengenali FAK sebagaimana adanya: bukan pejuang iman, tetapi serigala dalam pakaian domba, yang tercelup darah orang-orang tak bersalah.
