Dosen Informatika UMM Berbagi Tips Cegah Ancaman Siber

kaingnews, MALANG — Serangan siberbukan sekadar omong kosong, tetapi kenyataan yang berbahaya di era digital yang perlu dipahami. Dibutuhkan kebijakan dan kewaspadaan dari masyarakat dalam menyikapinya.kejahatan siber.

Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Aminuddin, menyatakan sebuahfileundangan pernikahan dalam format .apk yang masuk ke ponsel dapat menjadi awal dari kerugian finansial akibat tindak pidana siber.

"Tanpa menyadari, sekali klik pada file yang terlihat biasa saja dapat memberikan akses penuh kepada peretas untuk mengosongkan isi rekening bank Anda," kataAminuddin, yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Sistem Informasi dan Pendidikan Digital di UMM, pada hari Senin (7/7/2025).

Pelanggaran data merupakan pengambilan data secara ilegal melaluimalware yang merupakan salah satu ancaman terbesar bagi pengguna internet saat ini.

Kemudahan yang disediakan dunia internet hadir bersamaan dengan ancaman yang mengintai, dan yang paling menimbulkan kekhawatiran adalah pencurian informasi pribadi serta keuangan.

Aminuddin menjelaskan, cara kerja kejahatan siber biasanya dimulai dengan pengiriman dokumen atau tautan yang dibuat untuk menipu korbannya.

Pelaku menyematkan malwareatau perangkat lunak jahat di dalamfileseperti undangan elektronik, dokumen berformat PDF, bahkan gambar.

"Ketika kita nge-klik, malwareItu langsung mengekstrak dirinya ke perangkat kita. Setelah terjadi, seluruh data yang tersimpan di perangkat kita dapat dengan mudah diketahui," katanya.

Mengenai maraknya kasus file dengan ekstensi .apk, menurutnya, ekstensi tersebut pada dasarnya adalahinstalleraplikasi yang digunakan pada sistem operasi Android.

Saat korban mengklik karena rasa penasaran, mereka secara tidak sadar menginstal perangkat lunak jahat yang mampu merekam seluruh kegiatan di ponsel, termasuk ketika membuka aplikasi perbankan.

Malware tersebut bisa mencatat username, password,bahkan kode OTP, yang selanjutnya dimanfaatkan oleh peretas untuk mengambil alih dan mengosongkan dana rekening korban.

"Bahaya serupa juga mengancam melalui penggunaan jaringan WiFi umum yang tidak terlindungi, yang bisa menjadi celah bagi peretas untuk mengawasi alur data pengguna," ujarnya.

Cara masyarakat umum melindungi diri menghadapi ancaman tersebut adalah dengan menekankan kepentingan kebijaksanaan dan kewaspadaan.

Langkah pertama ialah menghindari membuka dokumen atau mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan.

Ia juga menyarankan agar waspada terhadap pesan dari nomor yang tidak dikenal, khususnya yang mengaku sebagai lembaga besar seperti bank, tetapi tidak memiliki tanda verifikasi resmi (centang hijau atau biru) dalam aplikasi pesan.

Selain itu, perhatikan jenis file yang diterima. Jika terdapat file dengan ekstensi yang tidak biasa atau jarang digunakan selain .jpg, .pdf, atau .docx, lebih baik tidak dibuka.

Namun, bagaimana jika perangkat telah terkena infeksi? Ia menyarankan langkah paling efektif, meskipun terdengar ekstrem, yaitu melakukanreset kembalikan ke pengaturan pabrik ataufactory reset

Menurutnya, malwarejenis ini sering kali telah mencapai ke dalam sistem paling dalam (root) perangkat, sehingga menghapusnya dengan cara biasa tidak akan cukup.

Ia berharap kesadaran atau pemahaman digital di kalangan masyarakat terus berkembang.

Menurutnya, ini bukan hanya tanggung jawab pribadi dalam mencari tahu sendiri, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif pemerintah dalam mempromosikan edukasi tentang keamanan digital.

Dengan pemahaman yang memadai, ia menekankan, masyarakat dapat memanfaatkan sisi positif internet yang luar biasa sambil tetap waspada dan terlindungi dari berbagai ancaman yang menyertainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *