NasDem Timpali Abidin: Kini Saatnya Kuningan Bersatu, Bukan Retakkan Norma Pemerintahan

SBNEws- Pernyataan H. Abidin, seorang pengamat kebijakan publik, baru-baru ini mendapat respons keras dari Sekretaris DPD NasDem Kuningan, Rudi Oang Ramdani. Hal ini terjadi karena pandangan yang disampaikan mantan anggota dewan tersebut dianggap terlalu mutlak. Apalagi dalam situasi Kuningan saat ini yang membutuhkan persatuan dan solusi nyata.

NasDem Kuningan mengajak seluruh pihak untuk bersatu, menerima hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuningan, sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintahan yang terpilih, yaitu Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani (Dirahmati), dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kuningan.

Mengurangi Norma Pemerintahan: Suatu Kesalahan Pandangan

Rudi Oang Ramdani secara tegas menyampaikan bahwa mengingat kondisi Kuningan yang "tidak dalam keadaan baik", kini saatnya semua pihak berkonsentrasi pada upaya mencari solusi terbaik. Apalagi, Pilkada Kuningan telah selesai dilaksanakan, dan pasangan "Dirahmati" berhasil memperoleh kemenangan serta meyakinkan masyarakat Kuningan untuk menuntaskan berbagai permasalahan yang ada. Ini merupakan realitas demokrasi yang perlu diterima dan dihargai. "Jangan sampai kita semua salah paham hingga kemudian merusak norma dan wewenang pemerintahan," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa dalam suasana demokrasi, setiap orang memang memiliki kebebasan yang besar untuk menyampaikan pendapat. Namun, ekspresi tersebut sebaiknya selalu mengacu pada nilai-nilai luhur yang diwariskan Pangeran Arya Kamuning, seorang leluhur yang dikenal bijaksana dan konsisten menjaga prinsip persatuan. Menyuarakan pendapat merupakan hal penting, tetapi melanggar batas dengan merongrong norma dan otoritas yang sah justru dapat menghambat upaya kemajuan bersama.

DPRD Kuningan: Asa dari Para Cendekiawan yang Penuh Hikmah

Menurutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan terdiri atas 50 orang pilihan dan terpilih yang memiliki berbagai latar belakang keilmuan. Mereka bukan hanya sekadar politikus, tetapi juga para negarawan yang bijaksana dan arif dalam menghadapi situasi Kuningan saat ini. Percayalah, mereka masih memiliki hati nurani yang tulus serta pikiran yang jernih untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah mewujudkan kemajuan Kuningan, terlepas dari berbagai permasalahan yang kini dihadapi.

"Kami percaya pada kemampuan dan integritas para anggota dewan. Kami berharap legislatif dan eksekutif dapat bekerja sama secara maksimal untuk kemajuan Kuningan, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau kelompok," katanya.

Kolaborasi demi Membangun Kuningan yang Kuat

Ia menekankan bahwa inti dari tanggapannya adalah ajakan untuk bersatu. Kuningan akan menjadi kabupaten yang kuat seperti yang sama-sama diharapkan. Kuncinya, bagaimanapun, adalah kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para pengamat dan seluruh warga Kuningan, yang harus bersama-sama mendukung jalannya pemerintahan yang baru.

Kritik yang bersifat membangun memang penting dan diperlukan dalam menjalankan demokrasi yang sehat. Akan tetapi, mengurangi legitimasi atau otoritas hasil dari proses demokrasi yang telah terjadi justru akan berdampak negatif dan hanya menghambat laju pembangunan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk terus-menerus terlibat dalam perdebatan atau mempertanyakan kembali fondasi-fondasi dasar bernegara yang sudah kokoh. Sebaliknya, seluruh energi sebaiknya dialihkan untuk mencari solusi, melakukan inovasi, serta bekerja sama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kuningan.

Kalimat "Sekapur sirih dari warung kopi aliran hitam" yang disampaikan ini merupakan hasil dari diskusi yang mendalam dan penuh refleksi, bukan hanya sekadar reaksi sesaat. Ini merupakan ajakan yang tulus untuk mengakhiri polarisasi pasca-Pilkada dan bersama-sama memandang masa depan Kuningan dengan semangat optimis dan kerja keras.

Dengan demikian, ia memperkuat posisinya dalam mendukung stabilitas pemerintahan, menghargai proses demokrasi, serta mengajak semua pihak untuk saling bersinergi. Bukan lagi waktunya untuk memperdebatkan hasil yang telah ditetapkan, tetapi ini adalah saatnya untuk bergotong royong demi mewujudkan Kuningan yang lebih baik dan kuat. "Semoga Kuningan benar-benar mampu terbang tinggi, melepaskan diri dari berbagai permasalahan yang ada, dan mencapai kemajuan yang kita impikan bersama," katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *