Quad berfokus pada integritas teritorial, kedaulatan, dan penegakan hukum, kata Mignon Houston dari Departemen Luar Negeri AS.

Washington, DC [ Amerika Serikat ], 3 Juli (ANI): The Quad Pertemuan Menteri Luar Negeri (QFIM) yang diadakan di Washington memberikan penekanan kuat pada pentingnya integritas teritorial, kedaulatan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Kelompok empat negara, yang terdiri atas India , Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, juga menegaskan kembali komitmen bersama mereka terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan damai, serta menyatakan keprihatinan serius mengenai terorisme dan tantangan regional yang masih berlangsung. Departemen Luar Negeri AS Wakil Juru Bicara Mignon Houston memberi tahu ANI bahwa Quad anggota memiliki fokus yang jelas dan bersama selama pertemuan mengenai prinsip-prinsip utama yang menjamin perdamaian dan kerja sama di kawasan."... Saya akan merujuk pada pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Quad Mitramana, yang berfokus pada hak atas integritas teritorial dan kedaulatan serta komitmen mereka terhadap negara hukum. Hal ini Quad mitra menyumbang 35 persen dari PDB dunia. Mereka memiliki dampak dan pengaruh yang luar biasa terhadap dunia. Memanfaatkan sumber daya, keahlian, dan keterampilan mereka untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka menjadi prioritas dalam pertemuan ini... Kami menantikan kebijakan-kebijakan ini dapat dilanjutkan melalui Quad "Para mitra," kata Houston. Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, tetap berfokus pada perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. "Integritas teritorial, penghormatan terhadap hukum, dan kedaulatan merupakan hal-hal yang menjadi bagian dari pertemuan ini. Hal ini mencakup pula masalah keamanan, sebagaimana India telah menyarankan. Kami akan terus berkonsentrasi pada hal itu. Pemerintahan ini telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka fokus pada perdamaian. Presiden AS juga fokus pada perdamaian. "Ini adalah bagian yang akan terus kita perjuangkan juga untuk kawasan Indo-Pasifik," tambahnya. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Urusan Luar Negeri S. Jaishankar mengangkat isu terorisme dan mengacu pada India 's aksi militer terbaru, Operasi Sindoor, yang diluncurkan sebagai respons terhadap serangan teror pada 22 April di Pahalgam, Jammu dan Kashmir."Sebuah kata tentang terorisme dalam konteks pengalaman terkini kita. Dunia harus menunjukkan toleransi nol. Korban dan pelaku sama sekali tidak boleh disetarakan dan India memiliki hak penuh untuk membela rakyatnya dari terorisme dan kami akan menggunakan hak tersebut. Kami mengharapkan mitra kami Quad "mitra untuk memahami dan menghargai hal itu," kata Jaishankar. Dia juga menekankan India komitmen berkelanjutannya terhadap tujuan strategis dari Quad Saya sangat senang bisa kembali ke DC untuk kedua kalinya tahun ini dalam rangka Quad Pertemuan Para Menteri Luar Negeri, dan izinkan saya memulai dengan mengatakan bahwa kita semua berkomitmen untuk menjamin kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, usaha-usaha kita ditujukan untuk mempromosikan tatanan internasional berbasis aturan. Negara-negara di kawasan Indo-Pasifik harus memiliki kebebasan memilih yang sangat penting untuk mengambil keputusan tepat terkait pembangunan dan keamanan," katanya. Dalam pernyataan bersama mereka, Quad para menteri dengan tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuknya dan menyerukan tindakan terhadap pelaku serangan 22 April di Pahalgam, yang merenggut nyawa 25 orang India n nasional dan satu warga negara Nepal."The Quad mengecam tanpa syarat semua tindakan terorisme dan ekstremisme kekerasan dalam segala bentuk dan manifestasinya, termasuk terorisme lintas batas, serta memperbarui komitmen kami untuk kerja sama penanggulangan terorisme. Kami mengecam dengan tegas serangan teroris di Pahalgam, Jammu dan Kashmir, pada 22 April 2025, yang merenggut nyawa 25 orang India n warga negara asing dan satu warga Nepal, serta melukai beberapa orang lainnya. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban dan mengucapkan harapan agar semua yang terluka segera pulih secara penuh," demikian pernyataan tersebut. Berkaitan dengan Operasi Sindoor, Jaishankar menegaskan kembali bahwa India tidak akan ragu untuk bertindak melawan terorisme dan mereka yang mendukungnya."Para pelaku terorisme harus dimintai pertanggungjawaban; mereka harus diadili, dan ini penting karena kita harus menyampaikan kepada dunia bahwa apa yang kita lakukan pada 7 Mei, tujuan Operasi Sindoor, adalah bahwa jika terjadi serangan teroris, kita akan bertindak terhadap para pelaku, para pendukung, dan pihak-pihak yang memfasilitasi. Pesan itu disampaikan dengan sangat jelas," tambah Jaishankar. (ANI)

Disediakan oleh kangisep Media Inc. ( kangisep.info ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *