Galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) telah digunakan di Indonesia sejak tahun 1980-an sebagai solusi praktis dan higienis untuk air minum. Meskipun muncul kekhawatiran tentang Bisphenol A (BPA) yang digunakan sebagai prekursor dalam proses pembuatan polikarbonat, berbagai penelitian dan otoritas seperti BPOM, BSN, FDA, dan EFSA memastikan keamanannya.
Air minum dalam kemasan dinilai lebih sehat dan higienis dibanding air rebusan air tanah. Air minum galon guna ulang juga telah menjadi pemandangan umum, tidak saja di rumah tangga tetapi juga kantor, rumah sakit, instansi pemerintah hingga tempat umum lainnya. Kemasan galon ini menawarkan solusi praktis untuk kebutuhan air minum sehari-hari.
Namun belakangan ini muncul isu soal keamanannya, khususnya BPA. Banyak ahli kemasan plastik, ahli pangan dan dokter menegaskan bahwa BPA pada pada galon guna ulang dijamin aman. Banyak dokter spesialis juga menegaskan belum pernah ada kasus di mana pasien didiagnosa menderita penyakit akibat mengkonsumsi air minum dalam kemasan.
Menganalisis hal itu, bisa ditelaah lebih jauh apa yang menjadikan galon guna ulang, khususnya yang terbuat dari Polikarbonat (PC) sebagai pilihan yang aman. Ada beberapa faktor penentu keamanan galon guna ulang dibanding kemasan air jenis lain: