– Dokter Tifa curigai Presiden ke-7 Jokowi yang mengaku liburan bareng cucu ke Bali.
Adapun Dokter Tifa kembali menyinggung penampilan Jokowi saat hendak melakukan perjalanan.
Dokter Tifa juga menyoroti koper Jokowi.
Ia juga curiga jika Jokowi kabur.
Seperti diketahui, Jokowi mengakui bahwa kondisi kesehatannya mulai pulih.
Dirinya pun bisa keluar kota bahkan liburan bareng cucu ke Bali di momen libur panjang cucunya itu.
"Ya baik, baik-baik saja, masih dalam sedikit pemulihan," kata Jokowi di Solo dikutip dari Kompas TV tayangan 26 Juni 2025 kemarin sebelum berangkat liburan.
Jokowi juga mengatakan bahwa dalam momen liburan ini, dia mengantar cucu-cucunya mengisi libur panjang.
"Nganter cucu ke luar kota," kata Jokowi.
Merespons hal ini, Dokter Tifa memberikan komentar menohok.
Dia seperti curiga Jokowi liburan karena memilih untuk kabur dulu.
Hal itu Dokter Tifa sampaikan melalui akun media sosial X miliknya pada Minggu (29/6/2025).
"Kabur aja dulu atau bagaimana itu," cuit Dokter Tifa merespons pemberitaan Jokowi liburan bareng cucunya.
Dokter Tifa merasa curiga dengan koper yang dibawa Jokowi dan keluarga saat liburan.\
"Liburan kopernya semobil," tulis Dokter Tifa.
Komentar menohok ini Dokter Tifa sampaikan setelah sebelumnya dia menganalisa penyakit yang diderita Jokowi sebelum berangkat liburan.
Ajudin Jokowi sempat menyampaikan bahwa kulit wajah Jokowi yang berubah disebabkan oleh alergi kulit saat berkunjung ke Vatikan.
Dokter Tifa tidak percaya jika penyebab wajah Jokowi memerah karena baru pulang dari Vatikan.
"Sakit kulit hingga peradangan sistemik bahkan sampai diduga dipasang CAPD, sejak dari Vatikan? Memangnya Vatikan sarang penyakit?," ungkap Dokter Tifa dalam cuitannya di Twitter, Senin (23/6/2025).
"Umat Katholik datang ke Vatikan untuk mendapatkan ketenangan dan pemurnian jiwa dan raga, pulang dari sana jadi sehat lahir batin, kok orang satu ini malah jadi sakit berat?," sambung dia.
Diungkap Dokter Tifa, penyebab Jokowi sakit adalah karena stres berat.
"Menurut saya, pernyataan JW dan ajudannya, harus dikoreksi! Bahaya ini kalau pernyataan ini dibiarkan. Igantius Jonan dan Natalius Pigai pulang dari sana baik-baik saja.
Semua tamu dari mancanegara yang hadir pada pemakaman Paus Fransiscus pulang juga baik-baik saja. Jangan sembarangan sangkutpautkan sakitnya dengan udara dan cuaca Vatikan!
Sakitnya karena STRES BERAT, memicu sistem Imun dan hormon metabolik mengalami disturbance dan turbulence sehingga porakporanda semua sistem tubuh," kata Tifa.
Tak cuma itu, Dokter Tifa juga menduga Jokowi sudah menggunakan peralatan medis bernama CAPD.
Alat CAPD adalah metode medis yang dipakai untuk prosedur cuci darah di rongga perut.
"Kalau melihat dari tanda dan gejala yang sama-sama kita lihat, praktis sejak bulan April 2025 hingga sekarang, dan saya asses adalah Penyakit Autoimun Agresif, maka dugaan saya alat itu adalah CAPD.
Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen," akui Dokter Tifa.
Namun setelah penyakit Jokowi itu dia analisa, Jokowi kemudian tiba-tiba muncul kembali ke publik berniat ingin liburan bareng cucu.
Sempat nangis-nangis karena terancam penjara karena menuduh ijazah Jokowi palsu, Dokter Tifa kini kembali ngotot soal penyakit Jokowi.
Menurut Dokter Tifa, perubahan drastis fisik Jokowi karena mengidap penyakit autoimun agresif.
Dokter Tifa pun menuduh keliru pernyataan Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah yang menyebut Jokowi alergi sepulang dari Vatikan.
Untuk diketahui, baru-baru ini wajah Jokowi jadi sorotan karena tampak bengkak dan memerah, disertai bercak.
Ajudan presiden ke-7, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah menjelaskan kondisi kesehatan Jokowi yang sebenarnya.
"Kondisi bapak membaik, sedang proses pemulihan dan kalau memang secara visual kita bisa lihat kulit bapak memang agak berubah," ungkap Kompol Syarif dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube sctv, Senin (23/6/2025).
Meski wajahnya berubah drastis, Jokowi kata Kompol Syarif kondisinya sehat.
Kompol Syarif pun membantah isu yang menyebut Jokowi sakit parah.
"Secara fisik oke beliau, enggak ada masalah, beliau sangat sangat sehat walafiat," pungkas Kompol Syarif.
Tak cuma itu, Syarif juga menegaskan tidak ada penyakit lain yang diidap Jokowi selain alergi.
Penyebab wajah Jokowi memerah itu kata Syarif karena mengalami peradangan.
"Enggak ada (penyakit selain alergi). Memang secara medis disampaikan dokter ke kami juga, alergi beliau itu menyebabkan adanya peradangan. Tapi sampai saat ini proses pemulihannya sangat membaik," ujar Kompol Syarif.
Perihal isu Jokowi mengidap autoimun, Kompol Syarif membantahnya.
"Autoimun? mungkin dokter yang lebih detail menjelaskan. Kondisi bapak mulai membaik," imbuh Kompol Syarif.
Sebelumnya, Syarif sempat mengurai awal mula Jokowi terkena alergi.
Ternyata Jokowi mulai mengalami perubahan pada kulit wajahnya setelah ia pulang dari Vatikan guna menghadiri pemakaman Paus Fransiskus pada April 2025 lalu.
"(Jokowi kena alergi) Pasca-pulang dari Vatikan tapi secara fisik beliau fit banget. Mungkin cuaca di Vatikan, jadi penyesuaian. Pulang ke Indonesia dari sana itu muncul alerginya," ungkap Kompol Syarif.
JOKOWI Kritis hingga Dilarikan ke RS? Sang Ajudan: Hoax Itu
Belakangan, muncul isu Jokowi kritis hingga masuk rumah sakit.
Narasi tersebut muncul setelah beredar sebuah video di media sosial (medsos) sejak 2 hari lalu.
Video tersebut memperlihatkan kerumunan warga tengah berkumpul di depan Toko Obat Sumber Husodo.
Terlihat banyak paspampres yang sedang berjaga di depan toko obat tersebut.
Warga pun beramai-ramai mengabadikan momen tersebut dengan handphone pribadinya.
Lantas benarkah berita Jokowi saat ini kritis hingga dilarikan ke rumah sakit?
Terkait beredarnya video tersebut, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, membantahnya.
Ia menegaskan bahwa video dengan narasi Jokowi kritis hingga dilarikan ke rumah sakit tersebut, hoax.
"Beliau sedang tidak dirawat di rumah sakit. Hoax itu," ungkap Kompol Syarif dalam pesan tertulis, Sabtu, (28/06/2025), melansir dari Tribunnews.
Pihaknya pun meminta agar publik bijak dalam menerima dan membagikan informasi.
"Mari kita bersama-sama lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi."
"Jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenarannya. Menyebarkan hoaks hanya akan menimbulkan keresahan dan merugikan banyak orang. Verifikasi dulu, sebarkan kemudian," tegas Kompol Syarif.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jatim
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
