Meskipun sutradara Suriah telah kembali Rasha Sharbaji Dalam persiapan syuting serial drama "Matabikh Al-Madina" yang dijadwalkan tayang dalam musim drama Ramadan 2026, berbagai krisis masih saja menghampiri produksi ini, salah satunya adalah keluarnya aktris Suriah Slafa Memar dari proyek tersebut.
Slava Memar mundur dari Dapur Kota
Banyak laporan surat kabar telah mengkonfirmasi bahwa Slava Memar Saya secara resmi meminta maaf atas ketidakhadiran saya dalam serial drama "Maktab al-Madina", yang rencananya akan mulai syuting di Damaskus, tanpa memberikan penjelasan terkait alasannya, apakah itu berkaitan dengan naskah, pihak produksi, atau karena alasan pribadi.
Penarikan diri aktris Suriah Slafa Memar terjadi bersamaan dengan pernyataan perusahaan produksi film Ibla tentang penundaan syuting serial "Al-Mamalik" hingga April 2026, yang rencananya akan ikut dibintangi oleh Memar dan menjadi pemeran utamanya.
Penarikan diri Slafa Meccar terjadi meski sebelumnya sutradara Rasha Sharbaji telah menyatakan kemungkinan mengganti pemeran utama wanita dan ketidakhadirannya dalam produksi. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Slafa yang berkata, "Tanpa Slafa? Apakah mungkin? Kami tidak bisa tanpa Slafa," terutama setelah keberhasilan yang diraih keduanya dalam sejumlah karya sebelumnya, di antaranya " Walaad Badī'ah Dan 'Zaman al-Aar'.
Pada saat yang sama, Rasha Sharbatji menegaskan bahwa dirinya menghormati pilihan para aktor, seraya menunjukkan bahwa kini sedang dilakukan pencarian alternatif secara intensif. Mengenai nama-nama yang diusulkan, ia mengungkapkan bahwa peran tersebut bisa saja diberikan kepada... Aml Arifah Atau Kinda Alloush, menegaskan bahwa dia sedang mendiskusikan opsi-opsi dengan pihak produksi sekaligus stasiun penyiaran. Ia juga menegaskan tekadnya agar serial tersebut difilmkan dengan semestinya di Damaskus dan sekitarnya.
Dapur kota mengalami perubahan dalam susunan stafnya.
Serial tersebut awalnya direncanakan tayang dalam musim drama Ramadan lalu, namun gagal masuk karena penghentian syuting setelah jatuhnya rezim Suriah dan situasi yang dialami Damaskus. Namun, penundaan terus-menerus tampaknya memengaruhi keikutsertaan para pemerannya, terutama dengan adanya spekulasi mengenai apakah seluruh kru produksi akan tetap ambil bagian atau tidak.
Berita lainnya juga mengungkapkan perubahan dalam susunan pemeran utama yang direncanakan, terutama setelah tersebarnya rumor tentang permintaan maaf sang seniman. Samir Ismail Tentang juga berpartisipasi dalam serial drama "Matabash Al-Madina", yang mendorong sutradara karya tersebut untuk mengusulkan nama seniman Milham Bashar sebagai penggantinya.
Dan hingga kini belum dikonfirmasi keikutsertaan anggota tim produksi lainnya yang termasuk di dalamnya sang seniman. Qais Al-Syeikh Najib , dan Abbas Al-Nuri, dan Abdul Munim Amairi.
Lihat juga: Bintang Majalah Samir Ismail: Perjalanan Kesuksesan dan Kreativitas
Sutradara Rasha Sharbatji sebelumnya telah menjelaskan bahwa keterlambatan dimulainya syuting disebabkan oleh kondisi para seniman yang terlibat di dalamnya, di mana sebagian dari mereka tinggal di luar Suriah sementara sebagian lainnya terikat dengan proyek-proyek lain. Ia juga menunjukkan bahwa sebagian besar nama-nama yang diajukan akan benar-benar muncul dalam karya tersebut.
Rasha Sharbatji membantah adanya krisis dengan sensor terkait detail dan skenario serial tersebut, serta menggambarkan sensor baru sebagai lebih logis dan fleksibel dibandingkan sensor sebelumnya. Ia menegaskan bahwa telah dicapai kesepakatan dan solusi terhadap banyak poin, sekaligus mengekspresikan keinginannya untuk menghapuskan sensor secara permanen, sebagaimana yang dilakukan di negara-negara maju.
Detail Drama Serial Masakkan Kota
Perlu dicatat bahwa serial drama "Maktab Al-Madina" ditulis oleh Ali Wajih dan Saif Rida Hamid, serta menjadi comeback yang kuat bagi sutradara Rasha Sharbatji untuk menyoroti kota dan berbagai konflik, gairah, serta kekurangan yang terjadi di dalamnya. Serial ini direncanakan akan tayang dalam musim drama Ramadan 2026.
Serial ini mengungkapkan detail kehidupan sebuah keluarga Suriah yang mengelola restoran rakyat di kawasan perkotaan, namun kisah mereka terjalin dengan kehidupan sehari-hari para pelanggan restoran tersebut, yang kesemuanya berputar seputar kemampuan mereka dalam menghadapi dan menantang berbagai krisis dalam masyarakat. Serial ini disajikan dalam nuansa yang memadukan komedi hitam dan tragedi, terlebih lagi karena serial ini turut mengungkap sejumlah praktik rezim sebelumnya serta peran aparatus keamanan dalam mengelola negara.
Lihat juga: Slava Memar mengungkapkan alasan ketidakhadirannya dari dunia seni dan menjelaskan batas-batas merahnya.
Lihat juga: Rasha Sharbatji mengungkapkan kebenaran tentang penghapusan dapur kota dari sensor.
Lihat juga: Slava Memar merespons perubahan penampilannya dalam serial Al-Khain dan mengungkapkan alasannya.
Lihat juga: 17 Fakta yang Mungkin Tidak Kalian Ketahui tentang Artis Slafa Mamar
Artikel ini telah diterbitkan di situs web
