PPIH dan 8 Syarikah Bahas Strategi Pergerakan Jemaah Indonesia saat Puncak Haji 2025

Makkah, — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan koordinasi dengan delapan syarikah penyedia layanan haji. Fokus pembahasan adalah skema pergerakan jemaah Indonesia selama fase kritis di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pertemuan intensif ini digelar di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah selama dua hari berturut-turut, dengan agenda pemaparan konsep pergerakan jemaah yang dirancang masing-masing syarikah. Tahun ini, Indonesia bekerja sama dengan delapan syarikah: Dluyuful Bait, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Alrifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.

“Serial rapat ini penting untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi pelayanan terbaik, dan mengantisipasi berbagai tantangan saat puncak haji nanti,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, di Makkah.

5 Skema Utama Pergerakan Jemaah

Dalam rapat tersebut, dibahas lima skema utama pergerakan jemaah Indonesia:

  1. Pemberangkatan dari Makkah ke Arafah
  2. Pergerakan dari Arafah ke Mina (Murur)
  3. Pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah lalu ke Mina (Taraddudi)
  4. Program Tanazul – mencakup pemindahan jemaah dari Mina ke hotel dan perjalanan ke Jamarat pada hari-hari Tasyriq
  5. Pergerakan Nafar Awal dan Nafar Tsani

Setiap syarikah menyampaikan rancangan teknis dan operasional mereka, yang kemudian didiskusikan secara mendalam bersama jajaran PPIH, termasuk para Kabid, Tim Mitigasi Haji, hingga Mustasyar Diniy.

Tantangan Baru, Harapan Baru

Tahun ini ada beberapa perubahan penting dalam manajemen pergerakan jemaah:

  • Manajemen transportasi Armuzna kini di bawah Royal Commission (Hay’ah Malakiyyah li Madinat Makkah wa Masyair al-Muqaddasah), menggantikan peran sebelumnya dari Kementerian Haji Arab Saudi.
  • Pergerakan jemaah berbasis syarikah, bukan berdasarkan kloter, sehingga memerlukan koordinasi ekstra ketat.
  • Jumlah syarikah meningkat menjadi delapan, yang berarti tantangan koordinatif pun meningkat.

“Kita akan laporkan hasil kajian ini ke pimpinan. Tujuannya satu: memastikan jemaah Indonesia dapat menjalani puncak ibadah dengan lancar, aman, dan nyaman. Semoga seluruh jemaah mendapatkan haji mabrur,” tutup Muchlis.


Sumber:

Kementerian Agama RI – kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *