DiPada 23 Juli, sebuah milestone sejarah dicapai di Bursa Efek Nairobi ketika Linzi FinCo 003 Trust secara resmi mendaftarkan surat utang jangka menengah yang dijamin sebesar Sh44,7 miliar di bawah Linzi 003 Infrastructure Asset-Backed Security di Nairobi.
Instrumen keuangan ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan Talanta Sports City, stadion berkapasitas 60.000 tempat duduk dengan standar internasional, yang dipimpin melalui kemitraan pemerintah dan swasta yang dipimpin oleh China Road and Bridge Corporation. Melebihi proyek infrastruktur olahraga, inisiatif ini menandai munculnya Kenya sebagai negara yang lebih maju dalam kemampuannya untuk menggabungkan pasar modal dengan kepentingan pembangunan jangka panjang.
Penerbitan IABS didukung oleh aliran kas masa depan dari Dana Olahraga, Seni, dan Pengembangan Sosial, yang disimpan dalam rekening jaminan dan didukung oleh surat keterangan kredit cadangan. Surat utang ini memiliki peringkat AA(KE)(IR) dengan outlook stabil oleh GCR Moody's dan jatuh tempo pada tahun 2040, menawarkan tingkat pengembalian internal sebesar 15,04 persen. Penawaran ini oversubscribed sebesar 100,19 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang kuat.
Saat berbicara dalam upacara menabuh bel di NSE, Presiden William Ruto memuji pencatatan Linzi 003 sebagai titik penting dalam strategi pengumpulan sumber daya domestik Kenya. Pencatatan ini melengkapi upaya sebelumnya dalam penerbitan surat utang dan sesuai dengan upaya nasional yang lebih luas untuk memanfaatkan modal domestik untuk pembangunan. Ini juga selaras dengan perubahan kebijakan terbaru seperti program impor bahan bakar antar pemerintah (G-to-G), yang semuanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.
Pengumuman Linzi 003 merupakan langkah pionir dalam pasar modal Kenya, yang menetapkan kerangka kerja untuk sekuritisasi infrastruktur. Ini mencerminkan pergeseran dari ketergantungan pada utang asing ke pemobilan modal domestik, menyediakan model pendanaan berkelanjutan untuk proyek infrastruktur skala besar. Selain itu, ini menandai meningkatnya kepercayaan investor terhadap sekuritas yang didukung pemerintah dan sekuritisasi klaim dana pembangunan.
Stadion Talanta Sports City, yang didanai oleh penerbitan ini, adalah fasilitas utama yang akan memainkan peran sentral dalam penyelenggaraan Piala Afrika 2027 oleh Kenya. Stadion ini juga dimaksudkan untuk mendorong pengembangan bakat dan menjadikan Nairobi sebagai pusat regional untuk olahraga dan acara.
Dengan dimulainya konstruksi pada 1 Maret 2024, stadion telah mencapai 60 persen penyelesaian. Struktur utama beton telah selesai, dan saat ini pekerjaan berada pada struktur baja, dinding tirai dan pekerjaan luar ruangan lainnya. Karya arsitektur yang paling signifikan dari stadion ini, yaitu struktur baja atap, saat ini direncanakan akan mulai dipasang pada Agustus 2025, tetapi seluruh proyek diharapkan selesai secara keseluruhan pada 28 Februari 2026.
Stadion ini akan memiliki kapasitas 60.000 penonton dan akan mencakup total luas bangunan sebesar 98.150 meter persegi setelah selesai. Bangunan ini akan memiliki lima lantai di atas tanah dan akan ditutupi atap yang tingginya 56 meter, menjadikannya salah satu yang paling canggih di Afrika.
Keberlanjutan juga diintegrasikan ke dalam stadion melalui panel surya fotovoltaik, pengumpulan air hujan, dan lampu LED hemat energi. Ini merupakan sebuah milestone lingkungan dalam pembangunan stadion di Afrika, dengan tujuan mengurangi konsumsi energi, meningkatkan kenyamanan termal di dalamnya, serta memulai transportasi hijau melalui port pengisian daya kendaraan listrik.
Selain estetika dan teknologi, stadion ini terutama didasarkan pada pemberdayaan lokal. Pada puncaknya, lebih dari 3.500 orang Kenya, 500 di antaranya adalah penduduk Kibera, dipekerjakan untuk bekerja di sana sebagai pemasang besi, tukang batu, atau tukang kayu.
Stadion ini menimbulkan beberapa tantangan, mengingat ini adalah proyek yang paling teknis dalam pembangunan oleh CRBC di Kenya. Tantangan-tantangan ini mencakup kerja tim multidisiplin dan pendukung atap jaringan pertama di Afrika yang tergantung pada kabel. Namun, dengan catatan prestasinya dalam menyelesaikan infrastruktur penting seperti Jalan Raya Nairobi Expressway dan Kereta Api Gaya Standar, seseorang dapat yakin bahwa CRBC akan menyelesaikan proyek-proyek tersebut dalam waktu yang ditentukan.
Menghadapi masa depan, TSC bukan hanya sebuah stadion. Ini adalah platform pembangunan bakat, warisan nasional, dan tempat pelatihan tenaga kerja terampil. Dengan Kenya yang akan menjadi tuan rumah Piala Afrika 2027, stadion sejarah ini tidak hanya membuka pintunya bagi atlet terbaik tetapi juga menyampaikan pesan kepada seluruh dunia bahwa Kenya adalah negara yang percaya diri, mampu, dan memiliki visi ke depan.
Kota Olahraga Talanta tidak hanya siap menjadi panggung bagi sepak bola, tetapi juga akan berperan dalam masa depan Kenya melalui penggabungan rasa bangga budaya, keahlian teknologi, dan pengaruh komunitas.
Komentator mengenai masalah sektor konstruksi
