— Pemerintah mengatakan reformasi sektor kendaraan menekankan pada keselamatan, kualitas, dan transportasi yang lebih hijau
— Total pajak pada kendaraan bermotor bensin berkurang dari 71% menjadi 51%, penurunan hingga 28%
— Pajak total pada kendaraan hybrid berkurang dari 60% menjadi 39%, pengurangan hingga 35%
— Pajak khusus pada kendaraan listrik ditetapkan, diseragamkan menjadi 27% untuk semua kategori, terlepas dari nilai atau kelas mobil.
— Bea masuk pada sepeda motor dipotong dari 45% menjadi 33%, pengurangan hingga 26%
AMMAN — Dalam reformasi menyeluruh yang bertujuan untuk “mengenhance keselamatan jalan raya, melindungi konsumen, dan meningkatkan kualitas kendaraan,” Kabinet menyetujui penyempurnaan menyeluruh sektor kendaraan pada hari Sabtu, termasuk potongan pajak signifikan dan peraturan impor yang lebih ketat.
Keputusan tersebut, yang diumumkan setelah sesi pada hari Sabtu yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jafar Hassan, memperkenalkan perubahan terhadap Undang-Undang Pajak Khusus 2025, dengan implikasi jangka pendek dan panjang bagi pembeli mobil, importir, dan pasar otomotif secara lebih luas.
Dalam rangka kebijakan baru, pemerintah akan mengurangi beban pajak secara keseluruhan, baik umum maupun khusus, pada berbagai jenis kendaraan.
Pajak untuk mobil berbahan bakar akan turun dari 71 persen menjadi 51 persen, sebuah penurunan sebesar 28 persen, sementara pajak untuk kendaraan hibrida akan jatuh dari 60 persen menjadi 39 persen, menandai penurunan 35 persen.
Dalam keputusan baru ini, pajak khusus untuk kendaraan listrik (EV) telah diseragamkan menjadi tarif tetap 27 persen, terlepas dari nilai atau kategori mobil. Ini menggantikan sistem sebelumnya yang memiliki kenaikan rencana hingga 55 persen selama tiga tahun mendatang.
Pajak bea masuk pada sepeda motor akan dipotong dari 45 persen menjadi 33 persen, sebuah penurunan sebesar 26 persen.
Standar impor yang lebih ketat dan larangan penyelamatan
Kebijakan baru juga menetapkan peraturan yang lebih ketat mengenai impor kendaraan untuk diselaraskan dengan standar keamanan dan kualitas internasional.
Menurut peraturan baru, semua mobil penumpang yang diimpor, termasuk model bensin, hybrid, dan listrik, sekarang harus mematuhi salah satu dari peraturan teknis yang diakui dari Eropa, Amerika Serikat, Dewan Kerjasama Teluk (DCT), atau Arab Saudi.
Aturan baru juga melarang impor kendaraan listrik (EV) yang berusia lebih dari tiga tahun, termasuk tahun pencairan bea cukai.
Selanjutnya, kendaraan yang diklasifikasikan sebagai "bekas" atau "rusak", termasuk yang rusak oleh kebakaran, banjir, atau dianggap tidak dapat diperbaiki di negara asalnya, tidak akan lagi diperbolehkan masuk ke Yordania.
Pemerintah mengatakan bahwa ini adalah langkah penting menuju peningkatan kualitas kendaraan dan memastikan keamanan publik.
Peraturan impor baru akan mulai berlaku pada tanggal 1 November 2025. Setelah tanggal tersebut, tidak ada kendaraan yang akan dilewati kecuali memenuhi standar kepatuhan dan keselamatan yang diperbarui.
Organisasi Standar dan Metrologi Yordania sebelumnya mengumumkan bahwa tanggal 1 September 2025 akan menjadi batas akhir terakhir untuk menyelesaikan EV yang telah menerima pengecualian di masa lalu dari aturan evaluasi kesesuaian.
Langkah ini diharapkan dapat menghapus sekitar 50.000 exemption yang sebelumnya diberikan kepada kendaraan listrik non-kompatibel dalam beberapa tahun terakhir.
Visi reformasi yang lebih luas
Menteri mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari rencana reformasi struktural dan fiskal yang lebih luas yang dirancang untuk memodernisasi pasar kendaraan di Yordania, mengurangi beban keuangan bagi warga negara, dan mendorong keberlanjutan jangka panjang.
"Paket ini menangani ketidakseimbangan yang sudah lama ada di sektor tersebut, meningkatkan akses konsumen terhadap kendaraan yang lebih aman dan terjangkau, dan mendukung tujuan lingkungan melalui pengurangan emisi dan kemacetan," kata pemerintah dalam pernyataan tersebut.
Dengan reformasi ini, pemerintah bertujuan untuk memulihkan keseimbangan dalam sistem impor kendaraan, meningkatkan pengawasan peraturan, dan mendorong standar kualitas yang lebih tinggi secara menyeluruh, demikian disebutkan.
