Layanan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I: 100 Ribu Lebih Jemaah, Jutaan Boks Katering, dan Ribuan Kamar Hotel


Jeddah — Tahap kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi ditutup dengan total 266 kloter dan lebih dari 103 ribu jemaah yang mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Fase ini menandai dimulainya rangkaian pelayanan intensif terhadap jemaah di Tanah Suci, dari layanan katering, transportasi, hingga akomodasi.
Menurut Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, lebih dari 22 ribu jemaah lansia turut dalam gelombang ini. Mereka diterbangkan oleh tiga maskapai, yakni Garuda Indonesia (127 kloter), Saudia Airlines (126 kloter), dan Lion Air (13 kloter), dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Efisiensi waktu keberangkatan juga patut diapresiasi, dengan tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance mencapai 95,5%. Jemaah gelombang pertama ini tinggal di Madinah selama sekitar sembilan hari, sebelum diberangkatkan ke Makkah untuk melanjutkan tahapan ibadah.
Jutaan Porsi Katering, Ribuan Kamar, dan Puluhan Ribu Izin Raudhah
Selama fase ini, lebih dari 2 juta boks katering telah dibagikan kepada jemaah melalui 21 dapur operasional. Sebanyak 89 hotel dengan lebih dari 17.000 kamar tersebar di lima sektor menjadi tempat tinggal jemaah selama di Madinah.
Untuk keperluan spiritual, lebih dari 64 ribu tasreh (izin masuk) ke Raudhah telah diterbitkan sejak awal kedatangan jemaah hingga kini, dan jumlah ini terus bertambah seiring keberadaan jemaah yang masih berada di Kota Nabawi.
Transportasi dari Bandara AMAA ke hotel dan dari Madinah ke Makkah dikelola secara terstruktur melalui ribuan armada bus yang dikordinasikan oleh Naqabah (Organda Saudi), serta 12 syarikah transportasi yang terkontrak langsung oleh PPIH.
Distribusi Kartu Nusuk dan Layanan di Makkah
Setibanya di Madinah, jemaah juga secara bertahap diberangkatkan ke Makkah dengan terlebih dahulu mengambil miqat di Bir Ali untuk menunaikan umrah wajib. Lebih dari 1.000 armada bus telah dioperasikan untuk mendukung proses ini.
Sementara itu, lebih dari 85 ribu kartu Nusuk telah dibagikan kepada jemaah sebagai bagian dari sistem layanan digital haji. Koordinasi terus dilakukan agar seluruh jemaah segera menerima kartu tersebut.
Di Makkah, operasional ibadah sudah berlangsung dan tercatat lebih dari 60.000 jemaah dari 155 kloter telah tiba. Sebanyak 695.258 boks katering juga sudah disalurkan di kota suci ini.
PPIH juga mengoperasikan 187 bus shalawat yang melayani perjalanan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Jumlah bus akan terus ditambah mengikuti pertambahan jumlah jemaah.
Selain itu, tim bimbingan ibadah secara aktif melakukan edukasi dan visitasi ke sektor-sektor perumahan jemaah, guna mempersiapkan mereka menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sumber: haji.kemenag.go.id
Siap Konsultasi Umroh?
Admin RMI siap bantu cek jadwal, harga, fasilitas, dan seat keberangkatan.
Konsultasi via WhatsApp