Konsultasi WhatsApp

Seorang wanita Kenya yang terjebak di Lebanon secara mendesak meminta bantuan untuk kembali ke rumahnya setelah majikannya mengusirnya.

Irene Wanjiru Muthoni diduga ditipu oleh majikannya, yang menyita paspornya dan menolak membayar gajinya.

Berbicara kepadakaingnews.co.ke, suami Wanjiru, Ambrose Atandi, menjelaskan bahwa dia awalnya bepergian ke Lebanon untuk bekerja melalui seorang agen.

Ia mengatakan bahwa dia bekerja selama dua tahun dan kembali dengan aman ke Kenya pada bulan Januari tahun ini.

Mengapa Irene Wanjiru kembali ke Lebanon?

Namun, dia kemudian kembali ke Lebanon, bukan melalui agensi, tetapi atas permintaan langsung dari keluarga yang sebelumnya ia kerjakan.

“Pemberi kerjanya menelponnya ketika dia sudah kembali ke rumah, meminta dia kembali karena mereka belum menemukan seseorang yang bisa menggantikannya. Dia setuju, berharap bisa bekerja selama setidaknya satu tahun lagi,” kata Atandi.

Setelah kembali ke Lebanon pada Februari, Wanjiru mulai mengeluh bahwa perilaku majikannya telah berubah dan dia diperlakukan lebih keras daripada sebelumnya.

Dia mengatakan bosnya mematikan Wi-Fi, menolak membawanya ke rumah sakit saat dia sakit, dan memaksa dia terus bekerja meskipun kondisinya.

Untuk memperparah keadaan, majikan Lebanon menolak membayar gajinya dan pada beberapa kesempatan hanya memberinya setengah dari gaji.

“Ia meminta uangnya, tetapi bos mengatakan mereka tidak akan membayarnya, tanpa memberikan alasan apa pun. Dia menelpon saya dan mengatakan dia lelah dan ingin kembali ke Kenya karena situasinya semakin buruk,” katanya.

Ketika dia meminta kepada majikannya untuk membelikan tiket bagi dirinya kembali ke rumah, mereka setuju dan bahkan memintanya untuk membawa barang-barangnya.

Mereka memintanya untuk keluar dari rumah dengan alasan mengantarkannya ke bandara—tapi setelah dia keluar, mereka menutup pintu dan meninggalkannya di luar.

“Mereka tidak memberinya gaji atau mengembalikan paspornya, dan hanya meninggalkannya di luar, meskipun dia sedang sakit. Seorang lelaki baik hati melewati dan membawanya ke kantor polisi, tempat dia melaporkan masalah tersebut,” jelas suami yang khawatir.

Menurut Atandi, polisi mencoba menghubungi majikannya, tetapi panggilan mereka tidak diangkat.

Akibatnya, petugas membawanya ke Kedutaan Kenya di Beirut, tempat dia saat ini ditahan sementara menunggu surat resmi yang akan memungkinkannya kembali ke Kenya tanpa paspor.

“Surat itu mungkin memakan waktu hingga dua bulan atau lebih karena proses yang panjang,” tambahnya.

Suami yang sedih telah meminta pemerintah Kenya untuk campur tangan dan membantu membawanya pulang istrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp