Kematian seniman Uni Emirat Arab Ruzayqah al-Tarsh pada usia 71 tahun

Kematian telah merenggut seniman perempuan Uni Emirat Arab yang dihormati, Ruzayqah al-Tarsh, yang meninggal pada Jumat (21/4) malam pada usia 71 tahun.

Dan sang aktris yang dicintai meninggal setelah menjalani karier seni yang kaya akan prestasi selama lebih dari lima dekade, meninggalkan jejak tak terlupakan dalam sejarah drama, teater, dan radio Uni Emirat Arab.

Kementerian Budaya Uni Emirat Arab berduka atas meninggalnya seniman Ruzayqah Al-Tarsh.

DikeluarkanKementerian Budaya dan Pemuda Uni Emirat ArabMelalui pernyataan resmi di platform-platform media sosialnya, khususnya platform X, duka atas wafatnya seniman legendaris Ruzayqah Al-Tarsh turut disampaikan.

Dalam pernyataan resmi disebutkan: "Kementerian Kebudayaan menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya pelukis legendaris Uni Emirat Arab, Ruzayqah Tharish, yang telah meninggalkan dunia ini setelah menjalani karier seni yang kaya dengan karya-karya abadi yang meninggalkan jejak jelas dalam kancah seni lokal. Kami memohon kepada Allah agar memberikan rahmat dan pengampunan bagi almarhumah, serta kesabaran dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkannya."

Media Emirat dan Arab merespons berita wafatnya seniman Ruzayqah Al-Tarshi. Para jurnalis, kritikus, dan blogger membagikan kenangan mereka tentang almarhumah serta momen-momen penting dalam perjalanan kariernya yang telah memberikan kontribusi signifikan pada dunia seni di Uni Emirat Arab dan kawasan Teluk.

Awal perjalanan seni Razia Al-Turisi dan karya radio awalnya

Seniman Ruzayqah Al-Tarsh dilahirkan pada 6 Maret 1954, dan menunjukkan bakat seninya sejak usia sangat muda. Ia memulai kariernya di dunia seni pada usia sembilan tahun melalui partisipasinya dalam program radio terkenal "Abu Sa'd wa Umm Sa'd".

Telah mempersembahkan Tarsh dalam program ini hampir 90 episode radio, sehingga menjadi salah satu suara perempuan pertama yang memasuki bidang radio di Uni Emirat Arab pada tahap awal tersebut dariSejarah media UAE.

Pada tahun 1969, Rajiqa Al-Tarsh secara resmi bergabung dengan Radio Abu Dhabi, di mana ia berpartisipasi dalam banyak program radio drama dan sosial yang mendapat sambutan positif dari publik.

Salah satu program terkemuka adalah "Al-Mar'a" (Wanita) dan "Sahw Ajma Sahw" (Benar atau Benar), yaitu program-program yang membahas isu-isu sosial penting dan berkontribusi dalam membentuk kesadaran masyarakat di Uni Emirat Arab selama tahun 1970-an.

Beralih ke teater dan televisi serta karya-karya penting Razia Al-Tarsh

Bakat Ruzayqah Al-Tarsh tidak terbatas pada siaran radio saja, tetapi juga mencakup teater dan televisi, di mana ia menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa sehingga menjadikannya salah satu tokoh seni yang penting di Uni Emirat Arab.

Selama periode 1969 hingga 1979, Al-Tarshi berpartisipasi dalam lima pertunjukan teater yang mengesankan, di antaranya yang paling terkenal adalah "Allah Yaeda" dan "As-Sabr Zain", yang meninggalkan kesan mendalam pada perkembangan teater di Uni Emirat Arab.

Perjalanan televisi Razia Al-Turshi dimulai pada tahun 1976 melalui serial-serial yang menjadi tonggak penting dalam sejarah drama Uni Emirat Arab.

Di antara karya-karya televisinya yang pertama adalah serial "Al-Ikhwān" (Saudara-Saudara), kemudian serial "Asy-Syaifān" (Dua Pedang), dan serial "Al-Ghawṣ" (Menyelam), yaitu karya-karya yang membahas kehidupan sosial dan warisan budaya UEA dengan cara seni yang istimewa.

Karya-karya artis Ruzayqah Al-Tarshi di dunia televisi telah membuatnya berpartisipasi dalam lebih dari 40 serial televisi, di antaranya yang paling terkenal adalah "Huz wa Naseeb", "Sa'id Al-Haz", "Ajaib wa Gharib", "Hana wa Rana", dan "Durob Al-Mataya".

Begitu pula, ia membentuk pasangan artistik yang sukses dengan seniman Jaber Nakhmoush dalam karya-karya komedi bernuansa seperti "Tmasha" dan "Miftah al-Qulub", yang ditandai oleh harmoni dan komedi bernuansa yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Uni Emirat Arab.

Ruzayqah Al-Tarsh, penulis dan kontribusinya dalam sastra drama

Aktris Razia Al-Tarsh tidak hanya membatasi dirinya pada akting, tetapi juga mengembangkan bakatnya dalam penulisan drama, di mana ia menciptakan naskah-naskah drama dengan gaya sosial yang satir dan mendalam.

Serial komedi "Nae'mah dan Na'imah" merupakan karya pertamanya dalam bidang penulisan drama, yang mendapat sambutan sangat positif dari publik maupun para kritikus.

Ia juga menghasilkan karya-karya lain seperti "Adzab Ad-Damin" dan "Utaibah wa Utaib", di mana dalam tulisan-tulisannya ia memadukan orisinalitas, warisan budaya Uni Emirat Arab, dan kehidupan sehari-hari modern.

Tulisan-tulisan Raziga Al-Tarsh dikenal mampu mengangkat isu-isu sosial yang kompleks dengan cara yang sederhana dan menarik, sehingga mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan masyarakat.

Begitu pula, saya berkontribusi dalam pengembangan sastra drama Uni Emirat Arab melalui penyajian karakter-karakter asli yang mencerminkan identitas Emirat dan Teluk.

Karya-karya sinematik dan teater Rezika Al-Tarsh

Aktris Razia Al-Tarshi berpartisipasi dalam gerakan sinematik Uni Emirat Arab melalui tiga film penting yaitu "Aqab" (Hukuman), "Al-Khitbah" (Lamaran), dan "Zill" (Bayangan), yang turut berkontribusi dalam pengembangan.Industri filmDi Uni Emirat Arab.

Ia juga meninggalkan jejak yang jelas dalam teater Uni Emirat Arab melalui partisipasinya dalam karya-karya teater yang mengharukan seperti "Allah Yaeda Dunya", "Al-Shabr Zain", dan "Tabbil Awal Tuhawwil".

Beberapa serial televisi paling terkenal yang pernah dibintangi oleh mendiang aktris "Ashchafan" adalah "Huz Ya Naseeb", "Tamasheh", "Hayyir Tayyir", "Ajeeb Gharib", "Al-Qiyadah", "Bahr al-Layl", dan "Manaqashat Zawaj", yaitu karya-karya yang mencakup genre drama sosial dan komedi bernuansa edukasi.

Seniman Ruzayqah Al-Tarsh dianggap sebagai salah satu perintis media dan seni terkemuka di Uni Emirat Arab, bukan hanya karena partisipasinya yang banyak dalam televisi, teater, film, dan radio, tetapi juga karena ia telah menjadi suara perempuan Teluk dan UEA dengan sederhana, jujur, dan spontan.

Selama kariernya, Ruzayqah Al-Tarsh telah memperkenalkan karakter ibu, nenek, dan wanita pemberani, yang melalui perannya tersebut menggambarkan denyut masyarakat Uni Emirat Arab dan perubahannya sepanjang dekade.

Dengan berpulangnya seniman Razia Al-Tarshi, Uni Emirat Arab dan dunia Arab kehilangan salah satu tokoh seni terpenting yang turut serta dalam mendirikan dan mengembangkan panggung media dan drama di negara tersebut.

Artikel ini telah diterbitkan di situs webBerita SB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *