Karena UU Sewa Lama: Nabilah Abyadh Memohon Bantuan

Artis hebat itu telah meluncurkanNabila 'AbidSeruan minta tolong kepada para pejabat Mesir, memohon agar mereka tidak menghancurkan apartemennya yang terletak di Jalan Universitas Arab, karena baginya apartemen tersebut bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi sebuah negeri kecil yang menyimpan berbagai kenangan dan detail kehidupannya sebagai seniman maupun secara pribadi, serta perjalanan panjang yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.

Nabila 'Ubaid meminta pertolongan karena UU Sewa Lama

BerkataNabila 'AbidDalam pernyataannya yang terakhir: "Saya kesepian, belum menikah, dan tidak memiliki anak, serta apartemen inilah satu-satunya milikku. Di sini tercium bau ibuku, kenanganku, arsipku, fotoku, dan sejarah hidupku dari film pertamaku Rab'ia al-Adawiya hingga film terakhirku."Penari dan PolitisiPerkataannya bukan sekadar pembelaan terhadap hak atas tempat tinggal, tetapi juga ciuman perpisanan yang sedih untuk kenangan sinematik dan emosional yang khawatir akan menghilang secara tiba-tiba.

Nabilah A'bid menjelaskan bahwa apartemen tersebut adalah milik ibunya, dan di dalamnya ia mengumpulkan seluruh barang-barang pribadinya seperti foto-foto langka, poster film, penghargaan, majalah kuno, hingga pakaian dan aksesori yang digunakannya dalam karyanya. Ia menegaskan bahwa pencabutan hak atas apartemen tersebut bukan hanya merupakan ancaman materiil, tetapi juga pengasingan secara emosional dan artistik menurut ucapannya.

Ia menambahkan dengan haru: "Aku bisa mencium aroma keberhasilanku di sana... setiap kali aku masuk ke apartemen ini, aku merasa nyaman. Ini adalah permulaan kebaikan bagiku, dan menyaksikan setiap momen dalam hidupku. Aku tidak bisa meninggalkannya dalam kondisi seperti ini, aku tidak tahan melihat seluruh usahaku terbuang begitu saja di tembok Azbakeya."

Hukum sewa lama mengancam memori seorang seniman

Teriakannya datang dari seorang bintang besar dalam konteks penerapan revisi undang-undang sewa lama, yang memicu gelombang kecemasan di kalangan banyak seniman dan warga yang telah bertahun-tahun tinggal di apartemen yang bagi mereka bukan hanya sekadar tempat berlindung. Kasus Nabilah A'bid tampak berbeda karena hal ini terkait dengan sejarah dan perasaan generasi yang tumbuh besar dengan film-film dan karya seninya.

Dan Abid bertanya, "Siapa yang akan menjawab dari mana saya harus mencari tempat untuk mencurahkan seluruh upaya ini? Ke mana saya harus pergi? Apakah ini balasanku setelah sekian lama mengabdi di dunia seni?" Ia menunjukkan niatnya untuk menghubungi ketua Persatuan Profesi Aktor, Dr.Ashraf Zakiuntuk mencari solusi yang dapat menjaga haknya dan melindungi ruang ini yang dianggapnya sebagai arsip nasional yang tidak resmi.

Lihat juga:Detail Lima Pernikahan dalam Kehidupan Noble 'Abed: Dia Terlibat dalam Seni dan Politik

Peramal dari cangkir teh telah keluar dari sini

Dan pernyataan-pernyataan Abid tidak lepas dari kilasan sejarah dan kemanusiaan, di mana ia mengungkapkan bahwa apartemen tersebut bukan hanya tempat tinggalnya saja, tetapi pada suatu masa juga menjadi tempat berkumpulnya para seniman ternama serta menyaksikan sesi-sesi dan kenangan-kenangan bersama tokoh-tokoh seni Mesir.

Dan dia berkata, "Dari apartemen inilah lagu (Qariyat Al-Fanjān) dinyanyikan oleh penyanyi legendaris Abdel Halim Hafez. Mereka biasa bernyanyi di sini, dan kami berkumpul, bercakap-cakap, serta berbagi seni." Nabilia melanjutkan permohonannya dengan mengatakan, "Aku tidak meminta sesuatu yang besar, hanya tinggalkan aku bersama kenanganku, bersama rumahku, bersama sejarahku yang telah kubangun dengan keringat dan air mata. Apartemen ini bukan milikku sendiri, tetapi bagian dari memori perfilman Mesir."

Ia menegaskan bahwa saat ini ia berpindah-pindah ke apartemen lain tempatnya tinggal, tetapi hal ini tidak meringankan beban perasaannya. Ia menunjukkan bahwa apartemen lamalah yang paling dekat di hatinya dan paling berkesan dalam jiwanya: "Aku sudah tidak muda lagi.. dan takut suatu saat nanti aku tidak bisa ada di tempat ini lagi.. Ini adalah seluruh hidupku."

Penontonnya bersimpati padanya.

Setelah permintaannya tersebar, gelombang solidaritas yang luas melanda media sosial dari para penggemar dan pecinta seni yang meminta instansi terkait untuk mempertimbangkan kondisi kemanusiaan dan keseniannya.

Banyak orang menganggap bahwa apa yang terjadi merupakan tindakan yang merusak sejarah seni panjang yang layak dihargai dan dilestarikan. Salah satu pengikut menulis: "Nabilah 'Ubayd bukan hanya seorang seniman, dia adalah hati nurani dari seluruh generasi. Tidak ada seorang pun yang berhak mengambil kenangannya dengan cara seperti ini." Sementara itu, komentar lainnya mendesak Kementerian Kebudayaan atau Serikat Profesi Aktor untuk turun tangan melindungi apartemen tersebut sebagai bagian dari warisan seni Mesir."

Lihat juga: فيديو ظهور شبيهة النجمة نبيلة عبيد

Lihat juga:Mohamed Ramadan mencium tangan Nobil Abd El-Aziz dalam penampilan terbaru mereka bersama

Artikel ini telah diterbitkan di situs webBerita SB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *