Pakistan & Teknologi PV Surya

Pakistan, 4 Juli -- Pakistan kecanduan bahan bakar fosil dan energi nuklir dalam pembangkit listrik. Menurut Survei Ekonomi Pakistan (2023-24), negara ini menghasilkan 48,57% listriknya dari sumber termal dan 18,65% lagi dari tenaga nuklir pada tahun fiskal 2023. Secara keseluruhan, jumlah tersebut mewakili lebih dari 67% total listrik yang diproduksi selama tahun fiskal 2023. Hal ini jelas tidak berkelanjutan, dan Pakistan harus melakukan segala upaya untuk mengarahkan sektor ketenagalistrikannya ke sumber pembangkit listrik yang lebih berkelanjutan. Selain sumber termal dan nuklir, tenaga air menghasilkan 28,11% listrik, diikuti oleh sumber terbarukan yang menyumbang 4,66% pada tahun 2023. Pada Maret 2024, instalasi PV surya berbasis net metering mencerminkan kapasitas terpasang PV surya kumulatif sebesar 1,82 GW di Pakistan, seperti disebutkan dalam Survei Ekonomi Pakistan (2023-2024). Angka ini menunjukkan bahwa teknologi PV surya sudah matang di Pakistan, dan yang perlu kita lakukan hanyalah memperluas skalanya. Kita memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas terpasang PV surya di Pakistan. Dengan melakukannya, kita akan membawa Pakistan menuju kemandirian energi, tentu saja mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil impor, serta akhirnya menekan kurva emisi gas rumah kaca bagi Pakistan. Dengan demikian, memperluas kapasitas terpasang PV surya akan menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak di Pakistan.

Dari sisi finansial, Pakistan mengimpor 11 juta ton produk minyak bumi dan minyak mentah bernilai fantastis USD 8,4 miliar pada tahun fiskal 2024 selama periode Juli-Maret. Demikian pula, negara tersebut mengimpor 6,1 juta ton produk minyak bumi dan minyak mentah senilai lebih dari USD 5,7 miliar pada FY 2023 selama Juli-Maret. Fakta yang disajikan di sini bersumber dari Survei Ekonomi Pakistan tahun 2023-24 dan 2022-23. Secara keseluruhan, ketergantungan kita yang tidak berkelanjutan terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah memberikan beban besar bagi Pakistan. Penting untuk dicatat bahwa kita perlu mengalihkan sektor ketenagalistrikan kita dari ketergantungan yang tidak berkelanjutan terhadap bahan bakar fosil dan energi nuklir serta beralih ke sumber pembangkit listrik yang bersih. Kita perlu menginvestasikan dana energi kita untuk memperluas kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pakistan guna memenuhi permintaan listrik kita saat ini maupun di masa depan.

Menurut Bank Dunia (WB), penggunaan kurang dari 1% area geografis di Pakistan untuk pembangkit listrik tenaga surya PV akan dapat memenuhi kebutuhan listrik negara tersebut. Demikian pula, Bank Dunia menyebutkan bahwa perluasan energi terbarukan dapat membantu Pakistan menurunkan harga listrik, mengurangi emisi, serta menghemat 5 miliar dolar AS dalam dua dekade mendatang. Perusahaan-perusahaan dan negara-negara di seluruh dunia menggunakan metode inovatif untuk meningkatkan kapasitas terpasang tenaga surya PV mereka. Terowongan tenaga surya PV di dekat Antwerp, Belgia, merupakan contoh yang sangat baik dalam hal ini. Menurut Reuters, atap terowongan sepanjang 3,4 kilometer tersebut dilengkapi dengan 16.000 panel tenaga surya PV yang mampu menghasilkan 3,3 GWh energi bersih setiap tahunnya. Demikian juga Sun-Ways, sebuah perusahaan teknologi bersih dari Swiss, memanfaatkan ruang kosong antar rel kereta api untuk pemasangan panel tenaga surya PV dan pembangkit listrik. Berikut contoh lainnya: Menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF), Prancis telah menjadikan wajib bagi setiap fasilitas parkir mobil dengan kapasitas 80 tempat parkir untuk memasang panel tenaga surya PV di atapnya. Dengan cara ini, Prancis berharap dapat memasang kapasitas tenaga surya PV sebesar 11 GW, yang setara dengan mencegah pembangunan 10 reaktor nuklir, masing-masing dengan kapasitas terpasang 1,1 GW. Dengan demikian, melalui pengelolaan lahan yang tersedia secara lebih bijaksana, Prancis berencana meningkatkan kapasitas terpasang tenaga surya PV dan mengurangi ketergantungannya pada energi nuklir.

Saya yakin bahwa Pakistan juga dapat memperoleh manfaat dari proyek-proyek pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang kreatif ini. Sama seperti Prancis, Pakistan juga dapat mewajibkan seluruh lahan parkir untuk ditutupi dengan panel-panel PLTS. Demikian pula, kita dapat memanfaatkan infrastruktur kereta api kita untuk pemasangan PLTS. Pakistan juga bisa memiliki terowongan surya dan stasiun kereta api surya sendiri. Bayangkan jika setiap stasiun kereta api di Pakistan memasang panel PLTS di atapnya dan, bila memungkinkan, atap setiap terowongan dalam infrastruktur kereta api ditutupi dengan panel PLTS. Selain itu, seluruh jalur rel kereta api dalam batas stasiun pun dapat dipasangi panel PLTS. Jika Belgia dan Swiss mampu melakukannya, maka Pakistan pun demikian. Langkah ini akan menjadi langkah penting yang sangat dibutuhkan ke arah yang benar bagi Pakistan dan pastinya akan mengubah infrastruktur bangunan kita menjadi mesin-mesin kecil penghasil listrik.

Kesimpulannya, Pakistan memiliki potensi yang sangat baik untuk menghasilkan listrik bersih melalui teknologi solar PV. Demikian pula, teknologi tersebut sebenarnya sudah matang di negara ini. Yang perlu kita lakukan hanyalah memanfaatkan ruang yang tersedia dalam infrastruktur yang telah dibangun secara lebih efektif guna meningkatkan secara eksponensial kapasitas terpasang solar PV di Pakistan. Tempat parkir, stasiun kereta api, dan jalur rel merupakan contoh yang sangat baik tentang pemanfaatan teknologi solar PV untuk mengoptimalkan penggunaan infrastruktur yang sudah ada. Kita memiliki segala yang diperlukan untuk mewujudkan peluang-peluang yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *