Cegah Sifilis, Kenali Gejalanya! Imbauan Kepala Dinas Kesehatan Uus

- Berdasarkan data Nasional dari Kementerian Kesehatan yang di sampaikan Anggota DPR RI Netty Prasetiyani Aher dalam rilisnya kasus sifilis di Indonesia mencapai 23 ribu kasus.

Jumlah 23 ribu kasus tersebar di seluruh Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat selama kurun waktu 6 bulan mulai Januari - Juni tercatat ada 150 kasus.

Kenaikan angka 150 kasus sifilis ini, Kalau dibandingkan dengan Tahun 2024 selama kurun waktu satu tahun ada 116 kasus. Artinya di Tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Perlu di waspadai dan di cegah, karena penyakit Sifilis merupakan penyakit menular. Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk dan menginfeksi seseorang melalui luka di vagina, penis, anus, bibir, atau mulut.

Ciri-ciri penyakit sifilis ditandai dengan adanya rasa sakit yang luar biasa pada alat kelamin, rektum atau mulut. Penyakit sifilis bisa menyebar dari orang ke orang melalui kulit atau selaput lendir yang memiliki kontak dengan luka tersebut.

Agar terhindar tidak ada salahnya untuk mengetahui ciri-ciri penyakit sifilis agar bisa dilakukan penanganan yang tepat. Kemungkinan untuk sembuh dari penyakit sifilis sangat memungkinkan.

Mengenal tentang penyakit Sifilis

Apabila cowo atau cewe memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan dan sering melakukan hubungan intim yang tidak sehat, maka tak heran bila risiko penyebab penyakit kelamin bisa terjadi.

Salah satu penyakit kelamin yang kerap terjadi pada mereka yang suka berganti-ganti pasangan adalah penyakit sifilis atau biasa disebut juga dengan raja singa.

"Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.

Bakteri ini masuk dan menginfeksi manusia melalui luka di vagina, penis, anus, bibir, atau mulut," ujar, Uus Supangat Selasa 1 Juli 2025.

Kelompok yang rentan terhadap penyakit sifilis ini:

1. Berhubungan seksual multi-partner, apalagi bila dilakukan tanpa pengaman seperti kondom.

2. Kaum homo seksual.

3. Penderita HIV.

Penyakit sifilis ini masih bisa disembuhkan apabila segera melakukan pengobatan. Namun, apabila penyakit ini dibiarkan maka dapat menyebabkan komplikasi yang berat.

Untuk mengenali apakah terkena penyakit kelamin  atau tidak, ada baiknya untuk mengenali ciri-ciri penyakit sifilis.

Pentingnya untuk mengetahuinya agar penderita bisa segera melakukan penanganan atau tindakan lebih lanjut untuk mengobatinya.

Ciri-ciri penyakit sifilis yang menyerang tubuh kalian. Sipilis Stadium Primer:

Ciri-ciri penyakit sipilis pada tahap awal adalah ulkus durum, yaitu sebuah luka dangkal yang berada di daerah penis, vagina, atau mulut yang tidak terasa nyeri.

Ulkus ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Oleh karena itu, sering kali banyak penderita sifilis yang tidak menyadari ciri-ciri awal ini.

Namun demikian, meski ulkus durum bisa menghilang dengan sendirinya, bakteri Treponema pallidum ini tetap ada di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan organ secara bertahap.

Sipilis Stadium Sekunder:

Pada tahap selanjutnya, ciri-ciri penyakit sifilis yang kerap dirasakan adalah nyeri tenggorokan, disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan nyeri otot.

Memang, ciri-ciri ini sulit untuk dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit lainnya.

Selain itu, ciri-ciri penyakit sifilis yang dirasakan pada tahap ini adalah munculnya kemerahan di kulit atau benjolan seperti jengger ayam di daerah kemaluan.

Disini penderitanya bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Sipilis Stadium Laten:

Kalau sifilis stadium sekunder tak juga diobati dengan baik, maka akan terjadi sifilis stadium laten. Pada tahap ini, penderitanya tidak menunjukkan gejala apapun, namun bakterinya terus berkembang biak dan menimbulkan keruskan organ dalam.

Apabila kerusakan organ dalam sudah menimbulkan gejala, menandakan sifilis sudah memasuki stadium tersier.

Pada tahap ini, terjadi kerusakan pada jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan saraf. Selain itu, terjadi destruksi jaringan lunak di berbagai bagian tubuh, yang disebut gumma secara medis.

Sifilis yang menyerang saraf disebut neurosifilis. Gangguannya berupa gangguan daya ingat, kelemahan tangan dan kaki, kesemutan, gangguan konsentrasi, sakit kepala, kejang, atau gangguan penglihatan.

Apabila sifilis ditularkan dari ibu ke bayi, saat bayi lahir, maka akan timbul gejala dari sifilis kongenital. Gejala tersebut bisa berupa berat badan bayi rendah, kelainan anatomi hidung (hidung tampak lebih datar), kelainan bentuk gigi, kemerahan di daerah anus atau mulut, atau gangguan penglihatan.

Pengobatan yang dianjurkan untuk Penderita Sifilis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa sipilis masih bisa disembuhkan. Agar dapat sembuh dengan sempurna dan tidak meninggalkan komplikasi apapun, maka perlu dilakukan pengobatan sifilis sedini mungkin.

Pengobatan ini hanya boleh dilakukan oleh dokter. Penderita sifilis tidak dianjurkan untuk mengobatinya sendiri.

Pasalnya, sifilis stadium primer, sekunder, dan laten akan diobati dengan antibiotik Benzhatine Penicillin yang disuntikkan ke dalam otot.

Pada sifilis stadium terseier dan neurosifilis juga diobati dengan obat yang sama, namun frekunsi pemberiannya lebih sering.

Disini penderita sifilis tidak boleh melakukan hubungan seksual sama sekali sampai perngobatan selesai dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Untuk dapat memastikannya, biasanya dokter akan menganjurkan beberapa kali pemeriksaan darah.

Cara Mencegah Penyakit Sipilis:

1. Tidak melakukan hubungan seksual (abstain)

2. Monogami (hanya berhubungan seksual dengan satu orang)

3. Menggunakan kondom saat hubungan seksual

3. Bila menggunakan sex toys, tidak bertukar sex toys dengan orang lain. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *