PPIH Tanggapi Ratusan Pertanyaan Jemaah Lewat Aplikasi Kawal Haji dan WhatsApp Center

Jeddah (PHU) – Untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan dua jalur komunikasi resmi bagi jemaah maupun keluarga mereka. Jalur tersebut meliputi Aplikasi Kawal Haji yang dapat diunduh melalui App Store dan Play Store, serta WhatsApp Center dengan nomor +966 50 350 0017.

Menurut Edayanti, koordinator pengelolaan dua layanan tersebut dari PPIH Arab Saudi, dalam sepekan terakhir pihaknya telah menerima sebanyak 153 pertanyaan melalui WhatsApp Center dan 103 pertanyaan lainnya dari Aplikasi Kawal Haji.

“Seluruh operasional komunikasi ini dipusatkan di Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah dan ditangani oleh enam petugas yang bekerja dalam dua shift,” jelas Edayanti pada Selasa, 20 Mei 2025.

Pertanyaan Seputar Hotel, Barang Hilang, dan Kesehatan Jemaah

Sebagian besar pertanyaan yang masuk berasal dari tiga area utama layanan haji (Daker), yakni Daker Bandara, Daker Madinah, dan Daker Makkah. Pertanyaan umum meliputi informasi soal akomodasi (hotel), barang hilang, hingga jemaah yang terpisah dari rombongannya. Selain itu, jemaah juga banyak menanyakan soal layanan transportasi dan proses penerbitan Kartu Nusuk, yang menjadi wewenang langsung dari pihak Syarikah.

Tak hanya itu, pertanyaan dari keluarga di Indonesia yang ingin mengetahui kondisi kerabat mereka di Tanah Suci juga turut masuk. Untuk pertanyaan terkait kondisi kesehatan jemaah, tim PPIH langsung meneruskannya ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) agar segera ditindaklanjuti.

75% Pertanyaan Sudah Terselesaikan

Edayanti menyampaikan bahwa hingga saat ini, lebih dari 75% pertanyaan yang diterima telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi dan konfirmasi dengan unit layanan terkait.

“Kecepatan dalam menindaklanjuti pertanyaan sangat tergantung pada kelengkapan informasi yang disampaikan oleh jemaah atau keluarga,” ujarnya.

PPIH berharap, dengan hadirnya dua jalur komunikasi ini, kualitas layanan haji dapat terus ditingkatkan dan jemaah merasa lebih tenang selama menjalankan ibadah.


Sumber: haji.kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *