Peniti Cinta Petugas PPIH: Simbol Ketulusan di Balik Pakaian Ihram Jemaah

Jeddah (PHU) — Di antara keramaian Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, terdapat momen haru yang menggambarkan kasih sayang petugas haji kepada para jemaah. Cerita itu hadir dari Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Balikpapan (BPN), yang tiba siang hari untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Di Paviliun D, tempat transit sebelum melanjutkan umrah wajib, seorang petugas perempuan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara mendekati seorang jemaah lansia perempuan. Dengan penuh kelembutan, ia membenahi jilbab jemaah yang agak longgar dan memasang peniti dari bajunya sendiri agar aurat jemaah tetap terjaga saat mengenakan ihram.

“Bismillah, saya bantu ya Bu, supaya rambutnya tidak keluar,” ucap sang petugas sambil tersenyum.

Jemaah itu pun terharu dan menyebut peniti kecil tersebut sebagai "peniti cinta"—simbol perhatian yang begitu tulus di tengah proses ibadah yang penuh tantangan.

Cinta dalam Aksi Kecil

Petugas yang dikenal dengan nama Dwi Suci Amalia, adalah seorang jurnalis dari Media Center Haji (MCH). Meski tugas utama Dwi adalah meliput dan menyampaikan informasi kepada publik, ia tak segan membantu langsung jemaah — mulai dari mendorong kursi roda, mengangkat barang, hingga memastikan pakaian ihram telah dikenakan dengan benar.

Bandara Jeddah, yang menjadi titik miqat untuk jemaah gelombang kedua, menuntut petugas siaga dalam menjaga kesiapan jemaah menunaikan umrah wajib. Kerapian dan kelengkapan pakaian ihram menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keabsahan ibadah.

Tak Hanya Dwi, Wiwit Juga Hadirkan Solusi

Cerita mengharukan juga datang dari Wiwit Sawitri, petugas layanan kedatangan-keberangkatan Daker Bandara. Ketika seorang jemaah lansia kehilangan kain ihram bagian atas, Wiwit segera mencari kain cadangan dan memberikannya secara langsung.

Tindakan kecil itu menjadi bentuk nyata dari tanggung jawab dan cinta terhadap Tamu Allah yang tak ternilai dengan apapun.

Kisah-kisah seperti ini menegaskan bahwa pelayanan haji tak hanya soal logistik dan teknis, tapi juga soal nilai kemanusiaan, cinta, dan ketulusan yang hadir dalam bentuk paling sederhana—bahkan selembar peniti.


Sumber: haji.kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *